Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Nov 2018 17:39 WIB

Jagung Impor Belum Masuk, Peternak Beli yang Lokal dan Harganya Tinggi

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto. Foto: Rachman Haryanto.
Jakarta - Jagung impor hingga kini belum masuk ke peternak. Jadi, dari mana peternak dapat pasokan jagung untuk kebutuhan pakan ternak?

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Atung, mengatakan jagung untuk pakan ternak masih berasal dari lokal dan pasokannya juga terbatas. Pasokan yang terbatas menyebabkan harga jagung melonjak tinggi hingga Rp 5.800 per kilogram (kg).


"Masih tetap ada jagung di beberapa daerah itu cuma sedikit dan harganya tinggi Rp 5.700 sampai Rp 5.800 per kg. Kalau nggak ya kosong di pengepul," kata dia kepada detikFinance, Senin (19/11/2018).

Jagung tersebut dipasok dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung. Atung menambahkan, melambungnya harga jagung itu berdampak ke harga pakan ternak yang naik di kisaran Rp 5.500 hingga Rp 5.600 per kg.

"Dari awal naiknya kira-kira Rp 800. Jadi sekarang harganya itu posisi Rp 5.500 sampai Rp 5.600 per kg ya," tutup dia.


Sebelumnya Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bacthiar, mengatakan tender tersebut telah dibuka. Adapun pengirimannya akan dilakukan secara bertahap sebanyak 70 ribu ton dan kemudian 30 ribu ton.

"Kita sudah buka tender dan pemasukannya bertahap. 70 ribu ton kemudian 30 ribu ton selanjutnya Insya Allah," kata dia di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dikutip detikFinance dari keterangan tertulis di situs resmi Perum Bulog, tender tersebut telah dibuka sejak tanggal 7 November dan akan ditutup di tanggal 9 nanti. Dalam keterangan tersebut berbunyi, importir harus mampu mengirim jagung yang berasal dari Brasil atau Argentina paling lambat tanggal 20 November untuk sampai di Indonesia. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed