Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Nov 2018 15:31 WIB

Kapal Sawitnya 'Dibajak'' di Perairan Spanyol, Ini Kata Wilmar

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: Agus Setyadi/detikcom Foto: Agus Setyadi/detikcom
Jakarta - Aktivis pemerhati lingkungan Greenpeace menyetop kapal pembawa sawit asal Indonesia yang akan dibawa ke Eropa. Greenpeace 'membajak' kapal kargo tersebut di perairan Spanyol.

Juru bicara Greenpeace Hannah Martin dalam sebuah video yang dilihat dari 20 detik mengatakan, pihaknya menaiki kapal pembawa sawit kotor dari Indonesia ke Eropa. Sawit-sawit tersebut adalah sawit dari perusahaan sawit Wilmar. Perusahaan ini memasok sawit untuk perusahaan seperti Mondelez.

"Kami berharap Mondelez menghentikan perdagangannya dengan Wilmar, kecuali mereka dapat membuktikan bahwa minyak sawit mereka tidak lagi kotor, tutur Hannah.

WIlmar International dalam hal ini juga memberikan tanggapannya. Wilmar mengaku kecewa dengak aksi berbahaya Greenpeace menaiki kapal di atas perairan Spanyol.


Aksi yang dilakukan di perairan internasional ini tidak hanya membahayakan kru kapal, tetapi juga para pelaku protes sendiri. Kapal tanker tersebut bukan milik Wilmar, dan hanya sebagian dari total kargo yang diangkut oleh kapal tersebut yang merupakan kargo milik Wilmar," tutur Komisaris wilmar MP Tumanggor dalam keterangannya, Selasa (20/11/2018).

Dengan menyebut minyak kelapa sawit sebagai minyak "kotor", Greenpeace telah mengabaikan fakta bahwa tidak ada komoditas pertanian lain yang mampu menyaingi kelapa sawit dalam perkembangan dan kontribusinya terhadap keberlanjutan, termasuk untuk pencegahan deforestasi," tambahnya.

Sementara itu, Rino Afrino, Wakil Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), menuturkan tuduhan Greenpeace belum tentu dapat terbukti apakah minyak sawit yang dihasilkan dari pembabatan lahan hutan.

"Apakah Greenpeace bisa membuktikan minyak sawit yang dijual Wilmar, merusak lingkungan? Padahal, supplier mereka ini telah mengikuti prinsip minyak sawit berkelanjutan seperti ISPO dan RSPO,"ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengatakan, aksi kampanye dari ini bisa menghambat ekspor sawit Indonesia.

Karena selama ini, negara merasakan keuntungan dari penerimaan devisa negara," kata Benny Soetrisno. (zlf/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed