Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Nov 2018 14:01 WIB

Bunga The Fed hingga Harga BBM 'Hantui' Ekonomi RI di Tahun Politik

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kondisi perekonomian Indonesia tahun depan saat pesta politik diprediksi tak jauh berbeda dengan saat ini. Tekanan dari gejolak perekonomian global bakal terjadi.

Salah satu tekanan dari global yang akan muncul adalah kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS). The Federal Reserve atau Bank Sentral AS diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuan 3 kali di 2019.

"Tahun ini 1 kali lagi, tahun depan 3 kali. Itu sudah price in dan diadopsi oleh BI juga," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan dalam acara Indonesia Investment Conference & Exhibition (IICE) 2018 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (21/11/2018).


Tim ekonom Bank Mandiri juga memprediksi Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate 2 kali di tahun depan, namun itu tergantung tekanan terhadap rupiah cukup besar.

Terkait inflasi, ekonom Bank Mandiri memprediksi laju inflasi Indonesia di 2019 bisa mencapai 4,5%. Inflasi lebih tinggi dengan pemicu kemungkinan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.


"Jadi setelah pemilu kalau petahana yang menang mereka akan menaikkan harga BBM. Jadi proyeksi kita inflasi 4,5%," tambahnya.

Dengan kondisi seperti itu, Anton memperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun depan akan sedikit menurun, namun dia yakin masih akan di atas 5%

"Pertumbuhan ekonomi masih akan melambat dari tahun ini, tapi masih akan di atas 5%, sekitar 5,1%," ujarnya.




Tonton juga 'Cak Imin: Dolar Naik Berapapun yang Penting Harga Stabil':

[Gambas:Video 20detik]

(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed