Minyak-Katrina
Bisnis Maskapai Terancam Bangkrut
Selasa, 30 Agu 2005 12:36 WIB
Jakarta - Hantaman badai tropis Katrina tak hanya menyebabkan lonjakan harga minyak, tapi juga menyebabkan sejumlah industri penerbangan di AS kelabakan. Betapa tidak, di satu sisi mereka harus menghadapi lonjakan harga minyak dan di sisi lain menurunnya jumlah penumpang karena khawatir akan badai tropis itu.Ada ketakutan tersendiri industri pariwisata akan menurun dan sejumlah maskapai penerbangan terancam bangkrut. Badai tropis ini memaksa sejumlah bandara ditutup. Sejumlah penerbangan yang melewati Teluk Meksiko dan wilayah Pantai Gulf dibatalkan.Perusahaan penerbangan yang paling merasakan adalah Delta Airlines yang bermarkas di Atlanta. Salah satu maskapai penerbangan AS ini terkena dampak langsung dari badai tropis ini. Begitu juga dengan maskapai penerbangan lain seperti Eagan Airlines dan Northwest Airlines Corp.Melonjaknya harga minyak dan badai Katrina ini juga menyebabkan harga saham perusahaan penerbangan anjlok. "Tidak ada yang dapat diperbuat sekarang ini. Ketika harga minyak naik dan ditambah badai, semua serba sulit," keluh analis penerbangan Robert Mann seperti dikutip dari Worldnews.com, Senin (30/8/2005).Badan Penerbangan AS menyatakan, sejumlah bandara yang ditutup antara lain di New Orleans dan Baton Rouge adalah Biloxi, Miss, Mobile, Ala, Pensacola, Fla dan Eglin Air Force Base di Florida. Banyak fasilitas pusat pengendali lalu lintas udara di Louisiana, Mississippi dan Alabama yang telah ditutup.Maskapai penerbangan terbesar kedua AS, United Airlines, saat ini tengah diancam kebangkrutan. Sebanyak 63 jadwal penerbangan tetap telah dibatalkan. Continental Airlines juga membatalkan 111 penerbangannya.
(mar/)











































