Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 28 Nov 2018 15:55 WIB

Pengusaha Makanan Waspada Dampak Perang Dagang AS-China

Saifan Zaking - detikFinance
Foto: ABC Australia Foto: ABC Australia
Jakarta - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) khawatir perang dagang Amerika Serikat (AS)-China bisa berdampak buruk pada Indonesia. Pasalnya, AS dan China merupakan investor besar di RI.

Sampai saat ini keduanya merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia. Hingga September tahun ini, China menduduki peringkat ke-3 sedangkan AS peringkat ke-7.

"China peringkat 3 dan AS peringkat 7 secara total investasi sampai September 2018," jelas Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman di hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/11/2018).


Adhi Lukman mengatakan investasi China lebih condong ke Indonesia dibanding ke negara lain. Ia menambahkan, investasi China bukan hanya sekedar di industri makanan dan minuman tetapi mencakup seluruh sektor.

"Investasi China justru lebih banyak terjadi di Indonesia bukan hanya di makanan dan minuman tapi seluruh sektor," tambahnya.

AS dan China saat ini tengah dalam perang dagang yang mengharuskan Indonesia untuk berhati-hati dalam menanggapi kebijakan kedua negara tersebut.


"Sebenarnya Tiongkok dan AS penting bagi kita karena masuk 10 besar investor, oleh sebab itu Indonesia harus berhati-hati menanggapi perang dagang supaya tidak berdampak negatif," tutupnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed