Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 28 Nov 2018 17:13 WIB

Dana Asing 'Pulang Kampung' Jadi Biang Kerok Transaksi Berjalan RI Defisit

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Neraca transaksi berjalan Indonesia masih defisit (current account deficit/CAD) bukan disebabkan kinerja ekspor dan impor serta barang dan jasa yang masih negatif.

Peneliti Senior INDEF Faisal Basri mengatakan penyebab utama neraca transaksi berjalan masih defisit karena banyak perusahaan asing di Indonesia membawa income ke negaranya masing-masing.

"Sumber utama defisit transaksi berjalan adalah dibawa pulangnya keuntungan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia," kata Faisal dalam acara Semiar Nasional Adu Strategi Hadapi Perang Dagang di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018).

Berdasarkan catatannya, keuntungan perusahaan asing di Indonesia yang dibawa pulang ke kampung halamannya sebesar US$ 20 miliar pada 2017.

Sedangkan pada tahun 2018, kata Faisal, keuntungan perusahaan asing di Indonesia yang dibawa pulang ke negaranya sekitar US$ 11 miliar.

"Jadi itu nggak diomongin oleh pemerintah. Jadi bukan ekspor-impor," ujar dia.


Menurut Faisal, banyaknya perusahaan asing yang membawa pulang keuntungan karena belum banyaknya ladang investasi untuk menampung dana tersebut.

"Kita sediakan lahanlah agar keuntungannya bisa ditanam lagi di Indonesia. Dia akan mau kalau return-nya sama seperti dia bawa pulang ke kampungnya," jelas dia.




Tonton juga 'Kehabisan Dana, UNRWA Pecat 118 Staf di Palestina':

[Gambas:Video 20detik]

Dana Asing 'Pulang Kampung' Jadi Biang Kerok Transaksi Berjalan RI Defisit
(hek/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com