Turis di Tempat Wisata bakal Dipungut Iuran Kebersihan

Turis di Tempat Wisata bakal Dipungut Iuran Kebersihan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 30 Nov 2018 10:47 WIB
Turis di Tempat Wisata bakal Dipungut Iuran Kebersihan
Foto: Saifan Zaking
Jakarta - Masalah sampah plastik menjadi persoalan yang dianggap serius pemerintah. Saat ini, pemerintah tengah mencari strategi untuk mengurangi sampah plastik tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, akan membuat sebuah model penanganan sampah. Penanganan sampah ini akan diterapkan di tempat tujuan wisata.

"Kita akan bikin segera model untuk penanganan sampah, khususnya di kota yang menjadi tourist destination, Bali, Labuan Bajo, Banyuwangi," kata Luhut dalam bincang santai di kantornya, Jumat (30/11/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Luhut mengatakan, model penanganan yang dimaksud ialah pungutan yang dibebankan untuk turis. Nantinya, pungutan ini dialokasikan untuk pembersihan sampah.

"Mungkin akan kita bikin pungutan berapa dolar per turis itu, kalau datang di sana. Uang itu akan kita gunakan untuk pembersihan. Sehingga dengan Perpres waste to energy dengan kombinasi ini kita berharap dalam 2 tahun ke depan ada perubahan drastis," jelas Luhut.


Luhut melanjutkan, penanganan plastik sendiri sudah mulai digencarkan di daerah. Penanganan itu berupa pelarangan penggunaan kantong plastik.

"Di samping itu sudah ada di 10 kota Indonesia yang menggunakan kantong plastik seperti Banjarmasin, Balikpapan, Denpasar," terang Luhut. (das/das)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads