Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 04 Des 2018 14:22 WIB

AS-China 'Gencatan Senjata', Dana Asing Masih Betah di RI

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: ABC Australia Foto: ABC Australia
Jakarta - Amerika Serikat dan China tengah melakukan 'gencatan senjata' selama 90 hari atas perang dagang yang terjadi. Kondisi ini pun berdampak positif untuk banyak hal.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali memandang dampak dari gencatan senjata akan membuat kedua negara kembali normal dalam hal ekspor impor. Meskipun sifatnya hanya sementara.

"Jadi 90 hari ke depan kita ekspektasi tidak ada tarif tambahan dari kedua pihak sehingga supply dan demand dari barang tertentu akan stabil dulu, termasuk nilai tukar dari kedua negara juga masih akan stabil," ujarnya kepada detikFinance, Selasa (4/12/2018).


Jika pergerakan mata uang dolar AS tak lagi liar, maka tentu dampaknya ke mata uang negara lainnya juga kondusif. Hal itu pun sudah terasa bagi nilai tukar rupiah.

"Jadi semuanya diuntungkan sementara waktu ini. Nah, setelah 90 hari ini baru jadi pertanyaan," tambahnya.

Hal itu juga mulai berdampak kepada pasar modal di AS. Indeks Dow Jones selama sepekan ini sudah naik 3,52%.

Menurut Frederik kenaikan pasar modal di AS lebih dikarenakan banyaknya investor yang mulai mengalihkan portofolionya dari obligasi ke pasar saham. Hal itu juga didorong dengan sinyal The Fed yang akan lebih kalem dalam menaikkan suku bunga acuan.

"Dengan meredam kenaikan suku bunga, artinya dana yang tadinya masuk ke instrumen obligasi kini menjadi kurang menarik maka masuk ke instrumen lainya. Ini yang tadi saya maksud kenapa saham di AS naik," tambahnya.

Menguatnya pasar modal di AS menurut Frederik bukan menjadi tanda bahwa investor asing akan menarik dananya dari negara-negara lain pulang ke AS. Apalagi di Indonesia juga tercatat adanya aliran modal asing yang masuk ke pasar saham.



"Saya melihat justru foreign investor masuk terus ke Indonesia. Hingga sekarang sudah mencapai Rp 1,4 triliun dalam 1 hari ini. Saya rasa bisa saja dana yang masuk ke bursa saham AS berasal dari instrumen investasi lainya," ujarnya.



Tonton juga 'Cara Pemerintah Manfaatkan Perang Dagang AS-China':

[Gambas:Video 20detik]

AS-China 'Gencatan Senjata', Dana Asing Masih Betah di RI
(das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed