Rapat ini digelar selama 6 jam, dimulai sekitar pukul 13.36 dan berlangsung tertutup. Dari agenda yang ada di website DPR, RDP ini berlangsung dengan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo dan Para Direktur Utama BUMN Asuransi.
Setelah rapat, Gatot menjelaskan rapat membahas tentang kinerja asuransi BUMN selama 2018. "Kita melaporkan rincian kinerja, detailnya sampai investasinya ke mana saja," kata Gatot di Komisi VI DPR, Jakarta, Selasa (4/12/2018).
Dia menjelaskan RDP digelar agar asuransi BUMN bisa lebih berkelanjutan ke depannya. Dalam hal ini termasuk asuransi Jiwasraya yang saat ini sedang menghadapi masalah permodalan.
Untuk Jiwasraya, dibahas tentang rencana transformasi dan perbaikan kinerja. "Jadi Kementerian BUMN diminta untuk menyampaikan kepada pimpinan DPR untuk rencana ke depan. Kami juga diminta untuk menyampaikan roadmap ke depan," jelas dia.
Gatot menjelaskan tidak ada pembahasan tambahan modal untuk Jiwasraya. Jadi perusahaan asuransi milik negara ini hanya akan mendorong sinergi BUMN dengan meningkatkan basis nasabah di lingkungan BUMN.
Selain itu pemanfaatan teknologi juga akan digunakan sebagai salah satu cara untuk mendorong perbaikan. Saat ini valuasinya sedang dihitung oleh Mandiri Sekuritas.
(kil/eds)










































