Indonesia Punya Rumah Produk Lokal di Arab Saudi

Indonesia Punya Rumah Produk Lokal di Arab Saudi

Tia Reisha - detikFinance
Minggu, 09 Des 2018 15:48 WIB
Indonesia Punya Rumah Produk Lokal di Arab Saudi
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pelaku usaha Indonesia telah mendirikan The House of Indonesia Products (HIP) di Jeddah, Saudi Arabia. HIP memiliki kantor di pusat bisnis Jeddah dengan ruang display produk dan didukung gudang dengan cold storage di pinggiran Kota Jeddah.

HIP telah diresmikan pada 2 Desember 2018 lalu, melalui penandatanganan antara Presiden Direktur PT Rumah Produk Indonesia Nursyamsu Mahyuddin dan Mohammad Harez sebagai partner pengusaha dari Saudi Arabia.

"Pendirian HIP ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke Saudi Arabia, termasuk produk hortikultura," ujar Nursyamsu dalam keterangan tertulis, Minggu (9/12/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Saat ini, total impor Saudi Arabia mencapai US$ 126,76 miliar. Sementara nilai impor terbesar berasal dari Tiongkok, diikuti Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab. Sedangkan Indonesia berada di urutan ke 18, Thailand di urutan 12 dan Vietnam di urutan 16.

Produk hortikultura dari Thailand yang masuk pasar Saudi Arabia tahun 2017 (HS Code 06, 07 dan 08) total senilai US$ 12,6 juta. Sedangkan dari Indonesia untuk kelompok produk yang sama hanya senilai US$ 3,07 juta atau kurang dari 25% dari Thailand.

"Melihat potensi produk hortikultura Indonesia, sangat besar peluang untuk ditingkatkan, baik untuk produk hortikultura segar maupun olahannya," beber Nursyamsu.

Pasalnya, lanjut Nursyamsu, tipikal pengusaha Arab Saudi sangatlah khas, yaitu menghargai tatap muka. Dengan demikian, kehadiran HIP di Jeddah diharapkan akan mempermudah para pengusaha agrobisnis Indonesia masuk ke pasar Saudi Arabia dengan bertatap muka langsung di negerinya.


"Jadi kami optimis hadirnya HIP di Jeddah ini membuka selebar-lebarnya pintu ekspor produk hortikultura Indonesia. Kuncinya sudah kita pegang, apalagi pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menjamin kemudahan pengurusan dokumen ekspor," tuturnya.

Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi, memberikan apresiasi terhadap upaya cerdas pihak swasta ini. Ia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendorong dan memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor.

"Dengan adanya upaya cerdas ini, kami berharap agar petani dan eksportir mengambil manfaat tersedianya House of Indonesia untuk memasuki pasar Timur Tengah," tegasnya.

"Membuka pasar di Timur Tengah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mendorong investasi dan meningkatkan ekspor," pungkas Suwandi. (prf/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads