Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 09 Des 2018 21:22 WIB

Kementan Siapkan Kurikulum Kopi dan Kakao

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan bersama PIS Agro/Foto: Dok Kementan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan bersama PIS Agro/Foto: Dok Kementan
Jakarta - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan bersama PIS Agro menjalin kerja sama dalam menyusun kurikulum kopi dan kakao. Kurikulum tersebut diharapkan meningkatkan kompetensi generasi muda pertanian khususnya untuk para mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

"Perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut MoU sebelumnya antara Kepala Badan SDM Pertanian dan PIS Agro yang disaksikan oleh menteri pertanian dan Kadin," ungkap Sekjen Kementan Syukur Iwantoro, Minggu (9/12/2018).

Pertemuan perjanjian kerja sama diselenggarakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jumat (7/12/2018).


Beberapa poin yang terkandung dalam perjanjian kerja sama antara Kementan dengan PIS Agro antara lain, menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, mengembangkan pola-pola pembelajaran dengan system teaching factory yang bisa dilaksanakan di dalam kampus maupun di industri, dunia industri akan menjadi tenaga praktisi di Polbangtan dan yang terakhir adalah dunia industri akan dijadikan tempat untuk magang baik bagi para mahasiswa maupun dosen Polbangtan.

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan penyerahan kurikulum nasional kopi yaitu oleh Chairman of Executive board SCOPI dan penyerahan kurikulum kakao oleh Director Swiss Contact kepada Kementerian Pertanian.

"Teman-teman di industri sudah menyusun kurikulum kopi dan juga kakao secara nasional, kurikulum disusun berdasarkan kebutuhan industri, sehingga kami akan sesuaikan untuk kurikulum di Polbangtan maupun di balai-balai pelatihan," jelas Kepala Badan SDM Pertanian Momon Rusmono.

Lebih lanjut Momon mengungkapkan bentuk kurikulum yang akan disusun adalah berorientasi pada substansi dari suatu keahlian dan uraian silabus untuk mencapai kompetensi tertentu yaitu dalam bidang kopi dan kakao mulai dari aspek budidaya dan pengolahan.

"Komposisi kurikulum yang akan dituangkan nantinya 30% teori dan 70% praktek melalui teaching factory yaitu proses pembelajaran yang sesuai dengan situasinya di dunia usaha, industri dan kerja," ungkap Momon.

Momon berharap setelah mencapai keahlian tertentu mahasiswa bisa mendapatkan sertifikat yang nantinya dapat digunakan dalam mengembangkan dunia usaha dan bisnis dibidang kopi maupun kakao.


Sementara itu dalam kesempatan yang sama Board of PIS Agro, Wisman Jaya mengatakan bahwa masa depan industri pertanian berada di petani. Sinergi dengan pemerintah sangat diperlukan khususnya untuk pengembangan komoditas kopi dan kakao dalam hal ini.

"Saya sangat senang dengan adanya kerja sama ini, mudah-mudahan ini bisa membawa perubahan bagi petani khususnya petani kakao dan kopi," jelas Wisman. (ega/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed