Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Haris Syahbuddin mengatakan bahwa, lokasi tersebut memiliki fungsi sebagai simpul dan ruang pamer teknologi pertanian yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
"Kawasan ini menegaskan bahwa ikon kota Bogor adalah kota dengan sejuta taman. Atau bisa juga disebut sebagai taman ilmu pengetahuan pertanian untuk membantu meningkatkan keterampilan pelaku agribisnis," kata Haris dalam keterangan tertulis, Jumat (14/12/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan ini juga dilengkapi dengan area pusat peragaan proses penelitian, pengkajian, pengembangan serta aplikasi teknologi yang unggul pada bidang pertanian.
"Karena itu kami telah merumuskan enam layanan yang dapat diakses secara luas. Akses ini di antaranya wisata ilmiah, kunjungan edukasi, Inkubasi bisnis pertanian dan konsultasi kelayakan usaha pertanian," terang Haris.
Haris mengatakan, semua akses meliputi sarana informasi mengenai jenis-jenis tanaman sebagai proses pembelajaran dan pembekalan pada bidang usaha berikut layanan konsultasi secara langsung dengan pakar di bidang teknologi pertanian dan agribisnis.
"Misalnya untuk layanan jasa analisis finansial serta ekonomi dalam proses membangun usaha bagi wirausahawan muda. Sebab, di sini sudah tumbuh para wirausahawan seperti pengusaha olahan tepung Mocaf, Vinegar air kelapa, Snack bar, Sop Instan, peternakan ayam KUB dan penangkar tanaman buah," paparnya.
Di sisi lain, masyarakat juga bisa mengunjungi dan mengikuti kegiatan riset yang dibagi menjadi 2 tipe. Pertama adalah tipe umum yang bisa diikuti oleh siapapun baik instansi, pelajar, mahasiswa maupun pribadi. Sedangkan tipe kedua meliputi layanan khusus yang diikuti kalangan tertentu.
BASTP memfasilitasinya dengan kawasan tanaman obat seperti griya jamu, taman agro inovasi, agro sinema, gerai produk hasil litbang pascapanen, laboratorium kultur jaringan, bank gen, lab agroklimat dan hidrologi.
"Selain itu, ada juga layanan informasi geospasial, laboratorium nanoteknologi, laboratorium pengujian mutu beras dan laboratorium penyakit ternak. Dengan semua layanan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meraih kejayaan pertanian Indonesia," jelas Haris.
Sekadar diketahui, Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu terdiri dari sembilan pusat penelitian atau balai besar penelitian. Tiga balai penelitian diantaranya sudah dilengkapi dengan laboratorium, kebun percobaan, pusat penelitian.
"Secara operasional, BASTP merupakan kawasan penelitian dan pengembangan teknologi pertanian terpadu yang memperagakan sumber inovasi pertanian dalam bentuk sumberdaya, sarana, proses menghasilkan, dan penerapan teknologi unggul bidang pertanian," pungkas Haris. (prf/ega)