Impor dari China Tembus Rp 1 T di November 2018

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 17 Des 2018 13:55 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan nilai impor Indonesia periode November 2018 mencapai US$ 16,88 miliar atau turun 4,47% dibandingkan Oktober 2018.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan Indonesia paling banyak melakukan impor dari China. Nilai impor Indonesia dari Negeri Tirai Bambu pada November mencapai Rp 1 triliun lebih.

"Berdasarkan negara asal China pada November mencatatkan impor paling besar yakni US$ 70,4 juta (Rp 1,02 T, kurs Rp 14.500), kedua Britania Raya sebesar US$ 43,5 juta dan Uni Emirat Arab US$ 36,3 juta," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Selain itu ada beberapa negara yang mengalami penurunan pengiriman impor seperti Jepang tercatat penurunan US$ 225,3 juta, Thailand US$ 128 juta dan India 87,7 juta.


Suhariyanto menjelaskan memang angka impor ini mengalami penurunan seperti barang konsumsi antara lain produk buah-buahan misalnya Anggur China, jeruk mandarin hingga buah pear. Sementara untuk bahan baku juga mengalami penurunan seperti kedelai, gandum, potasium floride.

"Barang modal juga turun 5,92% seperti gasoline engine dan beberapa mesin-mesin lainnya," imbuh dia.

Berdasarkan penggunaan barang periode Januari hingga November 2018 untuk bahan baku penolong tercatat naik 21,44% atau US$ 130,35 juga. Kemudian barang modal naik 24,80% atau US$ 27,27 juta dan barang konsumsi naik 23,72% US$ 15,71 juta.





Tonton juga 'Pemerintah Naikkan Pajak Barang Impor, Sandi: Sudah Diprediksi':

[Gambas:Video 20detik]

Impor dari China Tembus Rp 1 T di November 2018

(kil/fdl)