Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Des 2018 14:55 WIB

Herannya Sri Mulyani Orang RI Hobi Pelototi Utang Daripada Aset

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan betapa pentingnya pengoptimalan aset negara. Aset-aset yang dimiliki negara baik dalam bentuk bangunan maupun tanah harus bisa dioptimalkan agar manfaatnya bisa maksimal dirasakan oleh masyarakat.

"Biasanya aset yang diperoleh dari uang publik (pajak) itu dianggap bukan barangnya dia, sehingga tidak dijaga. Sementara di swasta dibutuhkan resource dan penuh risiko untuk bisa mendapatkan aset, mereka harus menjamin aset itu punya daya guna yang setara," katanya di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).

Untuk itu, manajemen pengelolaan aset negara menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Karena aset yang ada bisa dipakai untuk menunjang pertumbuhan ekonomi lebih maksimal.


Salah satunya saat ini dilakukan lewat Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). LMAN adalah badan di bawah Kementerian Keuangan yang berfungsi mendukung optimalisasi manajemen aset negara, guna meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial.

Namun Sri Mulyani mengaku heran, publik lebih banyak memperhatikan soal utang negara dibanding mengawasi pengelolaan aset negara. Menurutnya topik optimalisasi aset negara seharusnya lebih mendapat perhatian.

"Publik sekarang sangat dan lebih senang tenaganya habis untuk memelototi utang. Padahal sudah banyak orang yang pelototi utang. Justru harusnya publik lebih banyak melihat kepada aset," kata dia.


"Kalau utang, yang ngutangin saja ngawasin kita. Kita publish setiap bulan, kita tahu perubahan komposisi, kapan jatuh tempo. Tapi aset, which is actually much bigger, kita sering lupa atau belum bisa menyampaikan," lanjut dia.

Untuk itu dia berharap, ke depan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta bisa terus ditingkatkan di masa yang akan datang dalam bentuk kerja sama yang lebih produktif.

"Kalau swasta, asetnya ada yang mangkrak, dia akan mulai gelisah karena melihat neracanya nggak bagus. Harusnya pemerintah juga melakukan hal yang sama. Kalau ada aset yang value-nya di bawah yang dia punya karena kita tidak lakukan apa-apa, maka kita akan kehilangan nilai ekonomi yang sangat besar," ungkap Sri Mulyani.


Tonton juga 'Eksklusif Menko Luhut: Utang, Infrastruktur, dan TKA China':

[Gambas:Video 20detik]

Herannya Sri Mulyani Orang RI Hobi Pelototi Utang Daripada Aset

(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com