Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Des 2018 12:14 WIB

Masihkah Sarjana yang Kerja Freelance Dipandang Sebelah Mata?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok. Twitter Gerindra Foto: Dok. Twitter Gerindra
Jakarta - Iklan yang dirilis oleh Partai Gerindra menggambarkan seorang sarjana arsitektur yang sulit mendapatkan pekerjaan. Akhirnya ia bekerja freelance menawarkan jasa antar hingga menjadi fotografer.

Dalam iklan itu disebutkan 'Akses pekerjaan harus terbuka luas, agar kelak tidak ada lagi gelar sarjana yang sia-sia. #PrabowoSandi #AdilMakmur'. Video iklan 'kerja, kerja, kerja' tersebut ramai dibahas.


Pengamat Ekonomi dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar B Hirawan menjelaskan bekerja di sektor informal tidak kalah penting dibandingkan menjadi pekerja kantoran. Fajar menjelaskan saat ini di Indonesia sedang terjadi transformasi struktural.

"Dan muncul banyak sekali sektor industri yang sebelumnya dipandang sebelah mata namun mampu membuktikan eksistensinya," kata Fajar saat dihubungi detikFinance, Selasa (18/12/2018).

Seperti contoh industri ekonomi kreatif antara lain kuliner, fashion, kerajinan dan lainnya. Industri ini telah menyumbang sebesar Rp 1.000 triliun sejak 2016. Basis dari industri ekonomi kreatif ini juga mayoritas didorong oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Maka dari itu sektor informal cukup dominan karena industri ini mulai menggeliat secara positif sebagai penyokong perekonomian Indonesia.


Pemerintah saat ini terus berusaha mendongkrak sektor informal, salah satunya dengan implementasi kebijakan penurunan pajak penghasilan (PPh) final UMKM dari 1% ke 0,5%.

"Ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memformalkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian negara," imbuh dia.

(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com