Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Des 2018 16:28 WIB

Jelang Natal, Gubernur Papua Minta Tiket Pesawat Jangan Naik Tinggi

Tim detikcom - detikFinance
Gubernur Papua Lukas Enembe/Foto: Grandyos Zafna Gubernur Papua Lukas Enembe/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Gubernur Papua Lukas Enembe meminta maskapai penerbangan yang melayani rute ke Jayapura untuk meninjau kembali harga tiket yang kini tengah melambung tinggi. Ia meminta maskapai tidak menaikkan harga tiket pesawat terlalu tinggi.

"Kami mengimbau kepada perusahaan transportasi khususnya udara yakni Garuda, Batik, Sriwijaya dan maskapai penerbangan lainnya untuk tidak menaikkan harga tiket melebihi yang seharusnya, apalagi di Hari Natal seperti ini," katanya di Jayapura seperti dikutip dari Antara, Rabu (19/12/2018).


Menurut Lukas, fenomena harga tiket yang melambung tinggi ini sudah terjadi tiap tahun dan tidak ada perubahan sehingga diharapkan di masa-masa mendatang dapat menjadi perhatian tersendiri dari maskapai penerbangan.

"Ini sudah menjadi kebiasaan yang terus terjadi, sehingga hal ini harus dapat ditangani baik oleh maskapai penerbangan yang melayani rute ke Papua," ujarnya.

Dia menjelaskan harga tiket menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya naik jauh sekali dan situasi ini harus dimengerti serta dipahami oleh maskapai penerbangan agar dapat ditinjau kembali di masa mendatang.

"Masyarakat Papua minta maskapai penerbangan tidak terlalu tinggi menaikkan harga tiket, selain itu kami juga akan meminta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) setempat untuk memanggil masing-masing maskapai penerbangan yang beroperasi di Bumi Cenderawasih," katanya lagi.


Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta Dinas Perhubungan setempat guna mencek dan memantau harga tiket pesawat menjelang libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 baik dari maupun ke luar Bumi Cenderawasih.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Hery Dosinaen mengatakan pihaknya berharap dengan pantauan dari Dinas Perhubungan maka harga tiket pesawat tidak akan melonjak tinggi dan pada akhirnya membebani masyarakat. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com