Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Des 2018 14:29 WIB

Mau Impor Garam, Darmin Tunggu Kepastian Stok Dalam Negeri

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Muhammad Idris Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Pemerintah berencana mengimpor garam industri sebanyak 2,7 juta ton di 2019. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, pihaknya masih menunggu kepastian data stok garam industri dalam negeri sebelum merealisasikan impor.

Menurutnya, dalam waktu satu bulan pihaknya akan mendapatkan data tersebut. Setelah itu baru bisa dibahas lebih lanjut soal keputusan impor.

"Paling paling kita menunggu sebulan garam itu di mana sih sejuta tonnya. Jangan cuma angka, tempatnya di mana itu kita lihat sebulan," kata Darmin kantornya, Jakarta, Jumat (21/12/2018).



Berdasarkan informasi yang dia miliki sejauh ini, stok garam industri dalam negeri masih ada sekitar 1 juta ton.


Untuk mendata stok garam yang diperkirakan ada 1 juta ton, menurut Darmin memang tidak mudah.

"Karena jangan dikira sedikit, 1 juta ton. Kalau 10 karung mah gampang mencarinya di mana ya kan," sebutnya.

Meski demikian, Darmin menyatakan impor tahun depan bila terealisasi sebanyak 1 juta ton, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan sebelumnya yang sebesar 3,7 juta ton.


"Garam industri ya ada, berapa? 2,7 juta ton. Tahun lalu itu 3,7 (juta ton), sekarang 2,7 (juta ton). Kenapa? karena katanya stoknya ada, produksi tahun ini lebih baik," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah berencana mengimpor garam dan gula untuk industri di 2019. Rencana itu dibahas dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan kebutuhan impor untuk garam sebanyak 2,7 juta ton. Sedangkan gula sebanyak 2,8 juta ton.






Tonton juga 'Punya Garis Pantai Terpanjang, Tapi Kok Indonesia Masih Impor Garam?':

[Gambas:Video 20detik]


(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com