Stok Minyak RI Cuma 16 Tahun
Rabu, 07 Sep 2005 12:17 WIB
Jakarta - Cadangan minyak Indonesia hanya dapat bertahan hingga 14-16 tahun mendatang. Cadangan minyak yang saat ini sudah terbukti sebanyak 4,6 miliar barel dan cadangan potensialnya sebanyak 4,5 miliar barel."Artinya Indonesia memiliki total sebanyak lebih dari 9 miliar barel cadangan minyak," kata Gubernur OPEC Maizar Rahman saat diskusi 'Prospek Harga Minyak Dunia' di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (7/9/2005).Perolehan cadangan minyak itu, kata Maizar, tergantung pada kegiatan eksplorasinya. Dan hal itu terkait dengan tugas pemerintah untuk mencari investor baru guna menanamkan investasinya di Indonesia.Saat ini, Indonesia memiliki wilayah yang dapat dieksplorasi dan menghasilkan minyak. Antara lain di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Indonesia bagian timur. "Mulai tahun ini sudah bisa diperoleh minyak dari beberapa lapangan-lapangan baru. Secara bertahap akan ada kondisi yang melegakan perminyakan Indonesia," katanya.Sebenarnya suplai minyak dunia sifatnya adalah tetap, baik di hulu atau pun hilir. Terjadinya lonjakan harga karena adanya permintaan minyak dunia yang secara tiba-tiba dan cukup besar, sedangkan dunia belum siap menyuplai. "Di hilir suplainya sangat ketat karena kapasitas kilang-kilang dunia terbatas," tutur Maizar.Keterbatasan kilang terjadi karena dalam 10 tahun terakhir tidak banyak kilang-kilang baru yang dibangun. Soalnya untuk membangun kilang baru membutuhkan 3-4 tahun, dan untuk mengembangkan lapangan baru butuh waktu 4-6 tahun.Dia memperkirakan harga minyak dunia pada tahun 2006 akan turun sebesar US$ 5 per barel dari harga saat ini. "Tahun depan US$ 5 lebih rendah, harga minyak tahun depan mungkin sekitar US$ 50 per barel," prediksi Maizar.
(mar/)











































