googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 02 Jan 2019 12:37 WIB

Jaga-jaga Harga Naik, Bulog akan Kucurkan Beras 200.000 Ton

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Perum Bulog akan menggelontorkan beras sebanyak 200 ribu ton di awal 2019. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan harga di awal tahun.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Tri Wahyudi Saleh mengatakan beras yang akan digelontorkan di awal 2019 akan lebih banyak dibandingkan 2018.

"Bakal lebih banyak yang digelontorkan dari 2018. Soalnya di tahun 2018 itu saja 161 ribu ton, jadi paling lebih, bisa sampai segitu (200 ribu ton) kalau pasarnya bisa menyerap," kata dia saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (2/1/2019).


Lebih lanjut, ia mengungkapkan sepanjang 2018 beras operasi pasar yang telah digelontorkan ada lebih dari 500 ribu ton. Angka itu menjadi yang tertinggi sepanjang 10 tahun terakhir.

"Sepanjang 2018 yang digelontorkan sudah lebih dari 500 ribu ton. Jadi paling tinggi sepanjang 10 tahun ini," terang dia.


Hingga saat ini rata-rata banyaknya beras yang digelontorkan untuk operasi pasar per hari mencapai 9.000 ton. Angka itu meningkat dari sebelumnya di angka 3.000 hingga 5.000 ton per hari.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) untuk menstabilkan harga beras dengan operasi pasar. Hal itu dikarenakan selama tiga minggu di bulan Desember ini terjadi kenaikan harga beras sekitar Rp 40-Rp 50 per kilogram (kg).




Tonton juga 'Jaga Stabilitas Harga, Beras Jenis Medium Diluncurkan':

[Gambas:Video 20detik]

Jaga-jaga Harga Naik, Bulog akan Kucurkan Beras 200.000 Ton

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com