Prabowo-Sandi Sebut Anak RI Terbebani Utang, Begini Hitungannya

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Rabu, 02 Jan 2019 22:41 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Capres-Cawapres nomor 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengeluarkan pernyataan soal utang dalam kampanye mereka. Menurut keduanya, setiap anak kecil di Indonesia ikut menanggung utang negara, cuma angka yang disampaikan Sandiaga dan Prabowo berbeda.

Prabowo mengatakan setiap anak yang baru lahir di Indonesia sudah menanggung utang negara sebesar Rp 9 juta. Sedangkan Sandiaga mengatakan setiap anak di Indonesia sudah menanggung utang sebesar Rp 13 juta.


Merespons pernyataan Sandiaga-Prabowo soal beban utang, anggota tim sukses (timses) Prabowo-Sandiaga Uno, Fuad Bawazier memberi penjelasan soal hitung-hitungan beban utang tersebut.

"Prinsipnya sederhana sekali yaitu jumlah "utang" negara dibagi jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 260 juta," ujar Fuad yang juga anggota Dewan Pembina Partai Gerindra kepada detikFinance, Rabu (2/1/2019).

Cuma, menurut Fuad, utang negara tersebut harus dirinci lagi, yaitu utang dari penerbitan surat berharga negara (SBN) atau SBN plus pinjaman luar negeri.


Selain itu juga harus dirinci tentang saldo utang tersebut, dari pemerintah sebelumnya atau hanya di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tinggal utang negara yang dimaksud pembicara itu yang mana? SBN doang atau SBN plus pinjaman luar negeri. Saldo per kapan? Saldo sejak/dari pemerintahan yang dulu dulu atau hanya yang dibuat oleh rezim Jokowi? Juga termasuk utang BUMN yang dijamin pemerintah atau tidak," tutur mantan Menteri Keuangan itu.

Sampai berita ini diturunkan, Fuad belum menjawab pertanyaan detikFinance soal utang negara menurut Prabowo dan Sandiaga itu yang mana. Sebagai informasi, Prabowo menyampaikan pernyataan soal beban utang negara saat berbicara dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12/2018).


Saat itu Prabowo menyinggung soal pendapat per kapita di Indonesia yang sebesar US$ 1.900 dan utang pemerintah.

"Tapi US$ 1.900 dipotong lagi utang. Ya, kita semua punya utang. Bahkan anakmu baru lahir punya utang. Utangnya kurang-lebih US$ 600. Jadi iya, utang kamu itu US$ 600. Kurang-lebih US$ 600 itu, berapa ya? Ya sekitar Rp 9 juta. Anakmu baru lahir, utang sudah Rp 9 juta," kata Prabowo.

Sedangkan menurut Sandi nilai utang yang ditanggung setiap anak Indonesia lebih besar lagi, tepatnya Rp 13 juta. Pernyataan ini disampaikan Sandiaga usai membesuk Kades Sampangagung, Suhartono di Lapas Klas IIB Mojokerto, Rabu (2/1/2019).


Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyinggung soal beban utang saat menjelaskan kepada wartawan seputar membangun infrastruktur tanpa berutang.

"Alhamdulillah itu sekarang menurut Bu Sri Mulyani dan Pak Darmin adalah salah satu pola, tapi belum dimaksimalkan pada pemerintahan sekarang. Di bawah Prabowo-Sandi kami ingin lebih maksimalkan karena kami tidak ingin menumpuk utang yang semakin berat. Karena sekarang setiap anak kecil di Indonesia sudah menanggung hutang Rp 13 juta," kata Sandi. (hns/rvk)