"Itu tergantung kursnya nanti dihitung saja sendiri waktu dia menyebutnya berapa, Tapi intinya bahwa kita punya masalah utang sudah di atas Rp 5 ribu triliun dan itu kita warisi kepada anak cucu kita," kata Sandiaga kepada wartawan di Gedung Dewan Dakwah, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2018).
Menurut Sandiaga, dirinya dan Prabowo akan menurunkan utang Indonesia dengan cara menahan impor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Prabowo mengatakan setiap anak yang baru lahir di Indonesia sudah menanggung utang negara sebesar Rp 9 juta. Sedangkan Sandiaga mengatakan setiap anak di Indonesia sudah menanggung utang sebesar Rp 13 juta.
Saat itu Prabowo menyinggung soal pendapat per kapita di Indonesia yang sebesar US$ 1.900 dan utang pemerintah.
"Tapi US$ 1.900 dipotong lagi utang. Ya, kita semua punya utang. Bahkan anakmu baru lahir punya utang. Utangnya kurang-lebih US$ 600. Jadi iya, utang kamu itu US$ 600. Kurang-lebih US$ 600 itu, berapa ya? Ya sekitar Rp 9 juta. Anakmu baru lahir, utang sudah Rp 9 juta," kata Prabowo.
Sedangkan menurut Sandi nilai utang yang ditanggung setiap anak Indonesia lebih besar lagi, tepatnya Rp 13 juta. Pernyataan ini disampaikan Sandiaga usai membesuk Kades Sampangagung, Suhartono di Lapas Klas IIB Mojokerto, Rabu (2/1/2019).
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyinggung soal beban utang saat menjelaskan kepada wartawan seputar membangun infrastruktur tanpa berutang.
"Alhamdulillah itu sekarang menurut Bu Sri Mulyani dan Pak Darmin adalah salah satu pola, tapi belum dimaksimalkan pada pemerintahan sekarang. Di bawah Prabowo-Sandi kami ingin lebih maksimalkan karena kami tidak ingin menumpuk utang yang semakin berat. Karena sekarang setiap anak kecil di Indonesia sudah menanggung hutang Rp 13 juta," kata Sandi. (hns/hns)











































