Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 03 Jan 2019 14:51 WIB

Prabowo-Sandi Beda Data soal Utang, TKN: Bahaya!

Tsarina Maharani - detikFinance
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta - Capres Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno memaparkan data berbeda soal utang yang ditanggung tiap masyarakat Indonesia. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengatakan hal ini menunjukkan persoalan serius.

"Soal data saja tidak kompak apalagi soal-soal yang lain. Sangat berbahaya kalau capres dan cawapresnya justru menggunakan basis data yang salah dan keliru atau sengaja dikelirukan demi kepentingan elektoral," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).

Sandiaga sudah meluruskan soal perbedaan data utang itu. Menurut dia, meskipun angka yang disampaikan berbeda dengan Prabowo, intinya Indonesia punya masalah utang.

Prabowo sebelumnya mengatakan tiap bayi yang baru lahir di Indonesia saat ini telah menanggung utang Rp 9 juta. Sementara itu, Sandi menyebut tiap anak di tanah air kini harus menanggung beban utang negara Rp 13 juta

Ace menilai isu utang didaur ulang pasangan Prabowo-Sandi. Bahkan, lanjut Ace, solusi yang ditawarkan cenderung klise dan kebanyakan sudah dilakukan Jokowi.

"Isu utang ini selalu didaur ulang. Stok lama kemasan baru. Tidak ada yg baru dari argumen yang disampaikan. Bahkan solusi yg disampaikam Sandi justru klise sudah dijalankan oleh Pak Jokowi, baik meningkatkan ekspor, menurunkan impor, memperbanyak kandungan lokal (TKDN)," kata dia.

Ia mengatakan Prabowo-Sandi seolah tutup mata bahwa persoalan utang bukan hanya terjadi di pemerintahan Jokowi. Malah, kata Ace, Jokowi justru melakukan reformasi fiskal agar keuangan negara makin mandiri.

"Prabowo dan Sandi seolah-olah tutup mata bahwa utang saat ini juga warisan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Justru saat Pak Jokowi dilakukan reformasi fiskal agar keseimbangan primer bisa ditekan sehingga keuangan negara makin mandiri," papar Ace.


"Keseimbangan Primer menuju nol (negatif Rp 1,8 triliun) jauh lebih baik dari rencana APBN sebesar negatif Rp 87,3 triliun," imbuh dia.

Karena itu, Ace menilai isu utang yang kerap 'digoreng' kubu penantang merupakan pembodohan politik. Menurut dia, Prabowo-Sandi tak memberikan pemahaman yang benar soal utang.

"Sebagai pengusaha, Prabowo dan Sandi tentu sangat paham karena juga punya utang. Bahwa yang penting adalah utang dikelola dengan hati-hati, efektif, dan digunakan untuk produktif. Utang itu digunakan untuk membiayai hal-hal yang sifatnya produktif dan mendatangkan nilai tambah bagi perekonomian. Jadi upaya sandiwara soal utang ini hanya upaya pembodohan politik," pungkas Ace.

(tsa/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed