Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Jan 2019 14:20 WIB

Puluhan Ribu Kontraktor RI Gulung Tikar karena Tak Kebagian Proyek

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Jumlah kontraktor swasta nasional tergabung Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mengalami penyusutan tajam. Saat ini, jumlah anggota sekitar 35 ribu, padahal sebelumnya di kisaran 70 ribu-hingga 80 ribu anggota.

"Kisarannya 35 ribuan sekarang, dulu kisaran 70-80 ribu. Jadi memang turunnya drastis," kata Wakil Ketua Umum III Bambang Rahmadi saat dihubungi detikFinance, Senin (7/1/2019).

Bambang menjelaskan, turunnya jumlah anggota karena banyaknya proyek pemerintah yang melalui skema penugasan. Proyek-proyek itu kebanyakan bernilai besar sehingga diambil oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


"Diambil BUMN rata-rata pelabuhan besar memang, porsi beton, pancang besar, peralatan yang besar sehingga terlibat tidak padat karya," katanya.

Bukan hanya itu, dia mengatakan, pemanfaatan dana desa juga turut memangkas jumlah anggota. Sebab, dana desa dikelola oleh daerah dan proyeknya tidak terkontrak.

"Dana desa tidak dikontrakan tapi dikelola desa. Sementara APBD kurang, APBN kurang. Yang ada proyek-proyek besar, dam, tol, yang besar, pelabuhan besar oleh BUMN," terangnya.


Menurut Bambang, 95% anggota Gapensi merupakan kontraktor skala kecil. Lalu, sebanyak 3% skala menengah dan 2% skala besar.

"Akibatnya kontraktor kalau yang nggak dapat kerjaan, nggak register kembali. Itu yang menyebabkan anggota turun drastis. Mudah-mudahan 2019 porsi kecil agak meningkat, berarti anggota bergairah," ujarnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed