Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 09 Jan 2019 17:11 WIB

Jaga Kualitas, OPPO Gilas & Kubur 23 Ribu Produk Gagal

Robi Setiawan - detikFinance
Foto: Dok OPPO Foto: Dok OPPO
Jakarta - Setiap perusahaan tak selamanya bisa menghasilkan produk siap jual ke pasaran. Dalam proses produksinya pasti ada saja barang yang gagal dalam uji coba. Termasuk di industri smartphone.

Salah satu vendor smartphone asal Negeri Tirai Bambu, OPPO, juga mengalaminya. Lantas ke mana kah selanjutnya smartphone yang gagal produksi tersebut?

PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto mengatakan produk gagal tersebut jadi material sampah dan dimusnahkan dengan opsi disposal atau tidak didaur ulang. Pada 2017 lalu, OPPO memusnahkan 23 ribu produk gagal dengan menggandeng PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLi) di Nambo, Gunung Putri, Bogor.


"Jadi semua perangkatnya itu kondisinya masih bagus, masih bisa nyala, charger adaptornya belum pernah dibuka, tapi kami daur ulang. Konsumen kan enggak mau dapat barang rekondisi. Ya, sudah kami pisahkan itu antara kardus, plastik, headset, baterainya dicopotin, digilas," jelas Aryo saat berbincang dengan detikFinance beberapa waktu lalu.

Selain mengutamakan kualitas produk, OPPO juga menghindari adanya kebocoran informasi dari perangkat. Untuk itu OPPO memilih tidak melakukan didaur ulang.

"Jadi kami enggak daur ulang karena pertama kalau daur ulang pasti satu dari pihak yang me-recycle pasti ada sesuatu yang bisa diambil. Itu kan bersifat kredensial. Kan bisa aja kasih tahu oh ini isinya ini loh, PCB-nya pakai ini loh, kami gak mau," ungkapnya.

Proses pengolahan 23 ribu produk OPPO untuk menjadi sampah terdiri dari beberapa tahapan. OPPO mulai mengolah dengan menghitung dan mengepak unit gagalnya. Kemudian dikirim dengan kendaraan yang disegel rapi agar jumlahnya tidak berkurang/bertambah.

Jaga Kualitas, OPPO Gilas & Kubur 23 Ribu Produk GagalFoto: Dok OPPO

Setelah sampai di PPLi, unit dibongkar, termasuk pemisahan bagian dalam box unit yang terdiri dari box, headset, charger, dan unit. Dari sinilah kemudian unit smartphone dihancurkan dengan dilindas alat berat.

Belum selesai sampai di situ, smartphone pun dicek barangkali ada percikan api yang muncul dari baterai. Setelah itu smartphone direndam dalam larutan konsentrat selama tiga hari untuk menghilangkan listrik sebelum akhirnya dikubur.

Sepengetahuan Aryo, setelah proses tersebut, smartphone akan dikubur oleh PPLi. Meski demikian ia mengatakan proses pemusnahan itu telah memiliki standar prosedur perusahaan.

"Mereka (PPLi) punya standar sendiri bagaimana cara menguburnya, bagaimana agar tidak bercampur dengan lapisan tanah. Itu dikuburnya akan dibuat bukit-bukit di sana," katanya.


Dari pengelolaan limbah smartphone ini, Aryo mengatakan, OPPO mendapat apresiasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Jadi waktu itu (Kemenperin/Kemendag) bilang ini tidak harus loh. Yang harus melakukan ini adalah perusahaan-perusahaan yang mendapat label SNI. Biasanya yang melakukannya perusahaan pompa, perusahaan helm, dan sebagainya," papar dia. (mpr/prf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed