Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 10 Jan 2019 11:17 WIB

Soal Harga Beras, Jokowi: Tak Bisa Terlalu Murah Nanti Petani Menjerit

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons soal harga beras di pasaran yang saat ini masih terbilang tinggi di tengah gencaran operasi pasar.

Menurutnya hal tersebut masih dalam kateeegori wajar. Pasalnya, dibutuhkan keseimbangan antara harga produksi dengan harga pasar. Bila terlalu murah hal itu bisa membuat petani merugi.

"Keseimbangan antara harga produksi dengan harga pasar ini harus dijaga oleh Bulog. Tidak bisa terlalu murah, nanti petaninya akan menjerit," kata dia dalam kunjungan ke Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (10/1/2019).


Lebih lanjut, ia mengungkapkan pentingnya menjaga stabilitas harga bukan semata-mata hanya untuk menurunkan harga, namun membuat harga antara petani dan masyarakat merasa nyaman.

"Ya memang stabilitas itu diperlukan. Kalau kita mau harga turun secara drastis gampang saja. Suplai saja semua ini (beras di gudang Bulog) di pasar, tapi kan harga petaninya menjadi rugi," ungkapnya.

Sementara itu, saat ini pasokan beras di gudang Bulog ada sebanyak 2,1 juta ton. Jokowi mengungkapkan stok tersebut bisa mendorong penurunan harga beras di pasaran.



"Memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa setiap saat diperlukan Bulog siap stoknya. Karena biasanya kalau stoknya sedikit itu akan banyak spekulasi dari pasar. Yang bermain-main dengan harga. Ini kita tunjukkan bahwa stok itu ada dan memang banyak," tutup dia.



Saksikan juga video 'Stok Beras Surplus Tapi Harga Melonjak Naik, Ada Apa?':

[Gambas:Video 20detik]


Soal Harga Beras, Jokowi: Tak Bisa Terlalu Murah Nanti Petani Menjerit



(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com