Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 13 Jan 2019 12:14 WIB

Profesi Ini Paling Banyak Dibutuhkan Produsen Ponsel, Berminat?

Robi Setiawan - detikFinance
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Produsen smartphone tak lepas dari divisi bisnisnya untuk menjual produk-produk unggulan ke pasaran. Agar produknya laris manis di pasaran, perusahaan ini pun membutuhkan adanya sales.

Salah satunya adalah OPPO yang mengakui kalau dari 27 ribu karyawannya di Indonesia, 80% di antaranya diisi oleh sales.

"Karyawan OPPO di Indonesia sudah 27 ribu, kurang lebih 80% sales," kata PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto saat berbincang dengan detikFinance beberapa waktu lalu.


Selain itu kebanyakan dari karyawan OPPO Indonesia didominasi oleh WNI. Sementara jumlah karyawan asingnya hanya 2%.

"Kalau main ke Pluit (kantor OPPO Indonesia) berapa orang asing sama orang lokalnya paling 98% (lokal) banding 2% (asing). Yang 2% paling mereka yang hanya jabatan-jabatan seperti direktur, manajer. Tapi manajer lokalnya juga banyak, seperti RGM (Regional General Manager) itu se-Indonesia 60% (asing)-40% (lokal)," imbuh dia.

OPPO memang telah memiliki pabrik sendiri di Indonesia. Lokasinya di Mauk, Tangerang, Banten. Dari pabrik tersebut smartphone OPPO yang beredar di Indonesia diproduksi.


Pabrik tersebut dibangun dengan modal US$ 15 juta. Luasnya sekitar 2,7 hektare yang merupakan bekas salah satu produsen sepatu terkenal.

"Pabriknya lumayan besar 2,7 hektare. Di situ ada yang namanya gudang, ada yang namanya perakitan, ada testing, ada yang namanya divisi software-nya. Ada kurang lebih 2.000 orang di situ," jelasnya. (prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com