Garuda Dapat Laba Rp 87 Miliar

Juli 2005

Garuda Dapat Laba Rp 87 Miliar

- detikFinance
Jumat, 09 Sep 2005 15:16 WIB
Jakarta - Juli 2005 merupakan bulan keberuntungan PT Garuda Indonesia. Periode ini Garuda berhasil membukukan keuntungan Rp 87 miliar, setelah sebelumnya terus merugi. Laba ini cukup tinggi dibanding laba periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 29 miliar.Demikian disampaikan Dirut Garuda Emirsyah Satar dalam jumpa pers di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (9/9/2005).Emirsyah menjelaskan, ada dua faktor yang mempengaruhi kondisi penerbangan yakni kenaikan bahan bakar yang mempengaruhi biaya produksi hingga 30-35 persen dan kurs mata uang sebesar 60-65 persen. Hal ini karena pendapatan Garuda dan utangnya menggunakan valuta asing.Posisi utang Garuda hingga kini mencapai US$ 816 juta. Utang ini terdiri dariUS$ 519 juta utang Export Credit Agency (ECA) dan promisary notes US$ 120 juta, serta sisanya mandatory convertible bond. Untuk utang operasional sebesar US$ 46 juta, menurut Emirsyah, sudah dibayar."Kami telah melakukan pertemuan dengan kreditur dari ECA pada awal Mei dan Juni2005 untuk negosiasi pembayaran utang. Diharapkan akhir tahun beres," ujarEmirsyah.Emirsyah menambahkan, kenaikan harga bahan bakar avtur mempengaruhi kenaikanbiaya bahan bakar. Dijelaskan, setiap kenaikan 1 sen dolar bahan bakarberdampak pada kenaikan biaya bahan bakar hingga Rp 900 miliar. Untuk pendapatan selama Juli mencapai Rp 1,017 triliun. Sementara rugi operasional dari Januari sampai Juli 2005 mencapai Rp 421 miliar dan rugi bersih dalam periode 7 bulan 2005 mencapai Rp 360 miliar. Target pendapatan hingga akhir tahun 2005 mencapai US$ 1,050 miliar. Untuk menekan kenaikan biaya, Garuda mengupayakan dengan kapasitas duduk (seat load) dari 65 persen pada Maret menjadi 74 persen pada Juli.Selain itu akan diupayakan passanger yield dari 6,2 sen pada Maret menjadi 7,1 sen dolar pada Juli dan peningkatan utilitas pesawat 3 persen.Direktur Keuangan Alex Maneklaren mengatakan, Garuda sudah mengenakan kenaikan harga tiket sejak April hingga Juni sebesar 26 persen. Namun Garuda belum merencakan kenaikan selanjutnya. Garuda akan menerapkan fuel charges yang sudah disepakati Menhub. Namun belum dihitung kisarannya dan akan diberlakukan penjualan aset non produktif. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads