Ini Cara China Kurangi Kemiskinan yang Mau Ditiru Prabowo

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 15 Jan 2019 14:19 WIB
Foto: Tim Infografis
Jakarta - "Republik Rakyat Tiongkok berhasil menghilangkan kemiskinan. Dalam 40 tahun mereka menghilangkan kemiskinan," tegas Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto berapi-api dalam pidato kebangsaan dan paparan visi misi Indonesia Menang di JCC, Senayan, Jakarta, Senin malam (14/1/2019) tadi malam.

Penasaran bagaimana China mengurangi kemiskinan seperti yang digembar gemborkan Prabowo?

Menteri Pengentasan Kemiskinan China Fan Xiaojian mengakui pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak secara otomatis dapat mengurangi kemiskinan. Demikian disampaikan Fan dalam jumpa pers acara The 5th China-ASEAN Forum on Social Development and Poverty Reduction di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (14/9/2011) silam seperti dikutip Salasa (15/1/2019).




Secara umum, Xiaojian menyebutkan ada 5 cara untuk mengentaskan kemiskinan, yaitu pemerintah memimpin pengentasan kemiskinan, partispasi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, pengembangan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan melalui teknologi.

Sementara secara khusus, Xiaojian mengungkapkan pemerintah China banyak mengeluarkan anggaran untuk masyarakat miskin. Tidak tanggung-tanggung, negeri tirai bambu sejak tahun 1950-an tersebut, kata Xiaojian, menghapuskan pajak pertanian sehingga negara mengalami kehilangan pendapatan sebesar 120 miliar yuan.

Pemerintah China juga menggelontorkan 130 miliar yuan untuk subsidi per tahun dan pemberian jaminan sosial sebesar 1.400 yuan per orang per tahun untuk 52 juta orang tiap tahun. Selain itu, pemerintah juga memberikan dana bantuan 500 yuan untuk tambahan pendapatan orang miskin di China yang sekitar 5.919 yuan per tahun.

"Jumlah pendapatan orang miskin 5.919 yuan tiap tahun ada dana bantuan 500 yuan tiap orang. Langkah pemerintah berperan besar dalam sandang, pangan, dan papan. Melalui kebijakan itu kesejahteraan rakyat semakin meningkat," tegasnya.



Di bidang pendidikan, pemerintah China melaksanakan program wajib belajar 9 tahun. Dengan program tersebut, sekitar 97% anak usia 7-15 tahun telah bersekolah.

"Kami pendidikan 9 tahun gratis dengan itu, persentase 7-15 tahun meningkat sekarang 97% yang sudah masuk sekolah," jelasnya.

Untuk kebijakan kesehatan, Xiaojian menyatakan pemerintah memberikan bantuan kepada rakyat miskin sehingga biaya kesehatan untuk rakyat miskin disesuaikan dengan kemampuannya.

"Di pedesaan punya 1 bank. Dan ketika sakit mereka mengeluarkan sedikit biaya yang ditanggung oleh subsidi pemerintah yang bisa diterima berdasarkan kemampuannya sendiri," jelasnya.



Selain itu ada program perbaikan rumah untuk penduduk miskin. Hingga tahun 2015, Xiaojian menyatakan target rumah penduduk miskin yang bisa diperbaiki sebanyak 8 juta keluarga.

"Langkah-langkah tersebut mencerminkan pola pikir kami untuk isu kemiskinan menjadi komprehensif, pemerintah transfer dana untuk menyelesaikan masalah itu," ujarnya.

Ke depan, Xiaojian menyatakan pihaknya sedang berupaya untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah Timur dan Barat China.

"Sekarang kesenjangan antara barat dan timur masih besar. Dengan pengembangan kawasan barat di Tiongkok 10 tahun ke depan kami upayakan terus pengurangan kemiskinan di kawasan barat kami," tandasnya.

(dna/zlf)