ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Jan 2019 11:52 WIB

Kepala Bappenas: Penurunan Muka Tanah Jakarta 7,5 Cm/Tahun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menerangkan, rata-rata penurunan muka tanah DKI Jakarta sekitar 7,5 cm per tahun. Dia menyebut, ada wilayah yang penurunan muka tanahnya mencapai 18 cm per tahun.

"Kalau ngomong Jakarta saat ini rata-rata penurunan muka tanah sekitar 7,5 cm per tahun, 3-18 cm karena tidak merata. Bayangin 18 cm, paling gawat Pluit. Rata-ratanya 7,5 per tahun cm," kata dia kepada detikFinance di kantornya, Jumat (11/1/2019).


Menurut Bambang, jika penurunan muka tanah terus berlanjut maka air laut akan semakin banyak masuk ke daratan alias rob.

Dia melanjutkan, penurunan muka tanah sendiri sudah terjadi sejak 1975. Penurunan muka tanah ini sejalan masifnya pengambilan air tanah serta pembangunan yang masif.

"Dan ini sudah terjadi sejak 1975, jangan dibilang penurunan baru terjadi sekarang. Dan tahun 2050, 35% wilayah Jakarta sudah berada di bawah permukaan laut, ketinggiannya. Tapi jangan kamu bayangin dulu langsung tenggelam, karena Belanda, itu sebagian besar wilayah di bawah permukaan laut, tapi dia bikin sistem tanggul, sehingga dia bisa menjaga supaya daerah itu tidak kemasukan air laut. Bahkan bandara Belanda di bawah permukaan laut," paparnya.


Mengenai rob, kata dia, saat ini telah meluas ke wilayah-wilayah yang berdekatan dengan Jakarta.

"Kalau bicara Jakarta sebagai kena rob, sudah meluas ke Tangerang, Banten, Bekasi. Bahkan penurunan muka tanah terjadi ke Jakarta Selatan. Kebetulan jauh dari laut, tapi penurunan terjadi, karena kalau dia gali sumur turun. Tapi yang bahaya utara ini karena langsung kena rob," ungkapnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com