Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Jan 2019 13:05 WIB

Begini Caranya Agar Harga Jual Ikan Tuna Ekspor Makin Tinggi

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Pool/Perum Perindo. Foto: Pool/Perum Perindo.
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong harga jual ekspor ikan tuna bisa lebih baik. Hal itu dilakukan untuk mengoptimalisasi kontribusi terhadap total produk perikanan nasional.

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI), Saut Tampubolon ikan tuna dari Indonesia memiliki kontribusi tertinggi di dunia. Maka dari itu pihaknya ingin hal tersebut bisa dimanfaatkan.

Apalagi, mengingat dampak dari pemberantasan ilegal, unreported dan unregulated fishing membuat potensi stok ikan tuna di Indonesia mencapai 12,5 juta ton.

"Jadi begini, dengan adanya ketegasan terhadap ilegal fishing, produksi kita meningkat. Lantas, dengan adanya ini (sertifikasi nelayan) bisa memaksimalkan buat nelayan," jelasnya di Mina Bahari II, KKP, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pengoptimalan harga ikan tuna dilakukan dengan melakukan sertifikasi untuk nelayan. Adapun, kegiatan tersebut meliputi pembekalan dan pembinaan cara menangkap ikan.

Selain itu, bimbingan juga dilakukan dengan memberikan cara mengelola ikan sehingga memiliki nilai tambahan. Dengan begitu, ikan yang dimiliki petani memiliki harga yang lebih tinggi.

"Jadi bagaimana membina mereka dari pengelolaan mereka, dan penanganan mutu dan kita punya pengalaman yang mumpuni," kata dia.



Selain terkait pembinaan, sertifikasi juga dilakukan dengan mendata biodata nelayan beserta keluarga hingga penggunaan alat tangkap.

"Sertifikasi itu semuanya pembinaan nanti didata jumlah anak, bini (istri) dan pemberian sosialisasi, alat tangkap juga yang digunakan secara berkelanjutan," paparnya.

Sementara itu, sertifikasi akan membuat harga ikan tuna dieskpor dengan harga yang jauh lebih tinggi. Perhitungannya, menurut Saut, ikan tuna dijual akan mendapat tambahan harga premium sebesar Rp 5.000 per kilogram (kg).

"Jadi sekarang harga per kg itu Rp 50.000. Nah, nanti ada premium price kalau ekspor sekitar Rp 5.000 per kg dikasih ke nelayan," tutup dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com