Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Jan 2019 12:45 WIB

Di Sukabumi, Mendes Paparkan Capaian Dana Desa 2018

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Dok. Kemendes PDTT Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo memaparkan pencapaian dana desa di 2018. Ia mengatakan di tahun lalu dana desa diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dasar. Sementara di 2019 dana desa akan diprioritaskan untuk pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Hal tersebut dikatakan Eko saat melakukan sosialisasi realisasi dana desa dan prioritas penggunaan dana desa tahun 2019 di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (15/1) kemarin. Sosialisasi dihadiri perangkat desa, pendamping desa, kader Posyandu, kader PAUD dan pemangku kepentingan desa se-Kabupaten Sukabumi lainnya.

"Tolong sama-sama dibantu untuk diawasi. Terus kerja keras, jangan kendor," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/1/2019).


Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur dari dana desa telah memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di desa. Tahun 2018, lanjutnya, kemiskinan di desa menurun 1,29 juta jiwa atau dua kali lipat lebih tinggi dari penurunan angka kemiskinan di kota yang berjumlah 500 ribuan jiwa.

"Untuk pertama kali angka kemiskinan turun menjadi single digit menjadi 9,82%. Dan penurunannya di desa dua kali lipat lebih besar dari kota," ujarnya.

Eko melanjutkan, dana desa juga memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan per kapita masyarakat desa. Dalam empat tahun terakhir, pendapatan perkapita desa dikatakan naik hampir 50% yakni dari dari Rp 572 ribu menjadi Rp 804 ribu perkapita per bulan.

"Kita juga berhasil membantu menurunkan angka stunting dari 37,2% menjadi 30,8%. Kalau kita bisa konsisten mempertahankan ini (penurunan stunting), dalam waktu sepuluh tahun Indonesia akan terbebas dari stunting," ungkapnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI, A Muhaimin Iskandar yang juga hadir dalam acara tersebut mengaku bangga dengan capaian-capaian dana desa. Menurutnya, dana desa sebesar Rp 257 triliun yang disalurkan sejak tahun 2015-2019 telah dirasakan hasilnya oleh masyarakat.

"Padahal kalau dilihat dari per tahunnya, dana desa yang disalurkan tidak begitu banyak. Terakhir pada 2018 Rp 60 triliun. Anggaran kita kecil," kata pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut.


Menurut dia pembangunan desa melalui dana desa harus berhasil karena akan menjadi contoh bagi model pembangunan berikutnya. Cak Imin mengatakan, model dana desa tak hanya bisa dilakukan oleh Kementerian Desa saja, namun juga patut ditiru oleh kementerian atau lembaga lain agar pembangunan dapat dilakukan dengan cepat, merata dan sukses.

"Dana desa harus terus berhasil dengan cara, semua pelaku pembangunan desa benar-benar terus bertanggung jawab, harus transparan, dan akuntabel. Kalau ini sukses, akan menjadi contoh pembangunan model dari bawah. Sehingga anggaran lebih baik digelontorkan di bawah dari pada di atas," ungkapnya.

Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT klik di sini. (prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed