Pelaku Usaha Harus Tahu Strategi Bisnis Era Industri 4.0

Pelaku Usaha Harus Tahu Strategi Bisnis Era Industri 4.0

Robi Setiawan - detikFinance
Rabu, 23 Jan 2019 19:45 WIB
Pelaku Usaha Harus Tahu Strategi Bisnis Era Industri 4.0
Foto: Dok. Bank Mandiri
Jakarta - Bank Mandiri bekerja sama dengan penyedia layanan software akuntansi bisnis berbasis cloud Harmony untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

Kerja sama yang digelar dalam acara Financial Tax Fair 2019 nasabah segmen Small Medium Enterprise (SME) dan UMKM akan diedukasi dalam hal strategi bisnis, penerapan teknologi terintegrasi, serta perpajakan.

Senior Vice President Transaction Banking Wholesale Product Bank Mandiri Adinata Widia menjelaskan inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan awareness para pelaku bisnis segmen SME terhadap tantangan revolusi industri 4.0 yang menuntut kesiapan si pelaku industri dalam menghadapinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Semakin meningkatnya kualitas pengelolaan administrasi dan transaksi keuangan dalam mendukung usahanya, maka hal ini secara langsung akan memperkuat daya saing industri kecil dan menengah melalui efisiensi dan efektivitas bisnis dan finansial proses yang mereka miliki," kata Adinata dalam keterangan tertulis, Rabu (23/1/2019).

Menurutnya, Bank Mandiri akan berperan dalam penyediaan solusi integrated (host to host) payment dalam mendukung inisiatif tersebut dengan strategi yang tepat, agar dapat dirasakan manfaatnya oleh para pelaku industri secara end to end.

Dalam implementasinya pelaku industri yang menggunakan layanan software akuntansi dari partner Mandiri akan langsung dapat melakukan aktivitas transaksi keuangan, tanpa harus melakukan proses akses input lagi ke internet banking Mandiri.


"Mudah, langsung terhubung dan siap bertransaksi dengan Bank Mandiri. Hal ini juga sejalan dengan roadmap layanan integrated (host to host) payment Mandiri yaitu dengan memperluas scalability layanan khususnya ke segmen SME yang masih sangat potensial," katanya.

Di samping itu, tambahnya, nasabah tidak perlu khawatir adanya perbedaan fitur transaksi dengan internet banking perusahaan, karena fitur-fitur seperti transfer antar rekening di Mandiri atau antar bank, payroll, pembayaran tagihan dan pajak juga tersedia.

Saat ini menurutnya layanan Cash Management telah membantu lebih dari 25 ribu nasabah perseroan dalam pengembangan bisnis.

Sepanjang tahun lalu, frekuensi transaksi finansial nasabah Mandiri yang menggunakan layanan Cash Management tercatat sebesar 245 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 8 ribu triliun. Frekuensi dan nilai itu tumbuh masing-masing 28,7% dan 15,7 % dari tahun sebelumnya. (prf/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads