Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda produk unggulan tersebut harapannya bisa masuk ke pasar ekspor. Sehingga kemudian bisa diproduksi secara massal.
"Suatu produk yang memiliki peluang di pasar ekspor. Itu harapannya yang bisa (diproduksi massal ke depan) sepeda bambu, coffe maker, dan scarf batik," kata dia di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (24/1/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun 16 kategori tersebut, yaitu household item, for healthcare and hobby, kitchen tools and home appliances, information and communication technologies equipment, dan furniture.
Selain itu, ada pula mobility, product for medical care and manufacturing, product for shop and public space, housing, construction for industry, media, aplikasi, service, hingga activity for the general public.
"Itu kan ada 16 kategori. Sebelumnya ada enam, jadi kalau bertambah yang ikut dan menang bisa lebih banyak," ungkapnya.
Sementara itu, Arlinda juga menargetkan agar produk dapat masuk ke pasar Jepang dan juga mitra dari Jepang.
"Ditargetkan bisa masuk di pasar Jepang. Jadi saya menginginkan agar produk kita mungkin bisa masuk ke pasar Jepang dengan cara-cara seperti ini, dengan memperkenalkan desain dan produk kita pada pameran G-Mark," paparnya.
"Kalau sudah masuk di G-Mark, biasanya produk-produk ini tidak hanya diterima di pasar Jepang, tapi juga di negara-negara yang menjadi mitra dagang Jepang," tutup dia.











































