Trump Mau Pecat Bos The Fed Lisa Cook

Trump Mau Pecat Bos The Fed Lisa Cook

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 08 Agu 2026 19:30 WIB
Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve pada hari Rabu kembali menaikkan suku bunga acuannya. Kenaikan suku bunga dilakukan sebesar 0,25%.
The Fed/Foto: Graeme Sloan/Getty Images
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan untuk memecat Gubernur Dewan Federal Reserve, Lisa Cook. Terbaru, alasan pemecatan ini dilakukan karena Lisa Cook disebut telah memberikan pernyataan palsu terkait sejumlah perjanjian kredit perumahan atau properti.

"Alasan kuat untuk meyakini bahwa Anda telah memberikan pernyataan palsu terkait satu atau lebih mortgage agreements," tulis surat dari Gedung Putih yang ditujukan kepada Lisa Cook, dikutip dari CNBC, Sabtu (8/8/2026).

Wakil kepala staf Trump Scavino, mengatakan melalui surat tersebut, Trump ingin Cook menjelaskan pernyataan palsu yang pernah dilakukan. Trump memberikan waktu selama tiga pekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, rencana pemecatan juga pernah ada pada tahun lalu. Kala itu, Cook membantah tuduhan itu dan mengajukan gugatan hukum untuk menentang pemecatannya.

ADVERTISEMENT

Sebuah pengadilan federal sempat mencegah Trump memecat Cook selama proses gugatan berlangsung. Pada akhir Juni, Mahkamah Agung menguatkan keputusan tersebut dengan suara 5 lawan 4, menolak upaya banding dari pihak presiden.

Ketua Mahkamah Agung John Roberts mencatat bahwa putusan pengadilan tidak menghalangi Trump untuk kembali mencoba memberhentikan Cook atas tuduhan penipuan hipotek tersebut. Roberts menulis bahwa setiap upaya baru untuk memecat Lisa Cook harus melalui langkah-langkah tambahan guna melindungi hak atas prosedur hukum yang adil sebagaimana dijamin oleh Konstitusi.

Upaya awal Trump untuk memecat Cook yang ditunjuk oleh mantan Presiden Joe Biden muncul saat ia sedang gencar menekan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga. Sampai saat ini, pihak Federal Reserve menolak berkomentar mengenai surat dari Gedung Putih tersebut.

(igo/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads