Trump Bantu Jepang Selamatkan Yen, Apa Untungnya buat AS?

Trump Bantu Jepang Selamatkan Yen, Apa Untungnya buat AS?

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 04 Agu 2026 11:43 WIB
U.S. President Donald Trump gestures as he participates in a cabinet meeting at Camp David in Thurmont, Maryland, U.S., July 31, 2026. REUTERS/Daniel Heuer
Presiden AS Donald Trump/Foto: REUTERS/Daniel Heuer
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir membeli yen Jepang yang turun ke titik terendah sejak 40 tahun terakhir terhadap mata uang Paman Sam. Intervensi bilateral ini disebut sebagai sinyal persahabatan AS dan Jepang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, intervensi ini dilakukan atas permintaan pemerintah Jepang. Langkah ini dianggap sebagai bantuan AS untuk menopang yen kembali menguat.

"Yen mereka melemah, dan mereka menginginkan sedikit bantuan, dan kami selalu ada untuk Jepang," kata Trump di atas pesawat Air Force One, dikutip dari CNN, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembelian yen ini dilakukan Trump pada Jumat (31/7) untuk membalikkan pelemahan yen yang terus berlanjut. Posisi yen terus tertekan menyusul efek domino perang AS-Iran yang mengerek biaya energi.

ADVERTISEMENT

Kepentingan AS

Meski begitu, AS memiliki kepentingan untuk memperkuat yen lantaran dolar AS yang lebih kuat berdampak pada kenaikan harga produk ekspor AS bagi konsumen asing. Sementara melemahnya yen menguntungkan eksportir Jepang dan wisatawan asing yang pergi ke Jepang, kendati hal tersebut juga meningkatkan biaya impor minyak dan gas yang memicu kenaikan angka inflasi.

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama mengatakan intervensi bilateral AS terhadap yen berguna untuk menekan volatilitas yang berlebihan dan pergerakan yang tidak teratur pada mata uang Jepang dalam beberapa bulan terakhir. Namun, aksi beli yen ini dilakukan setelah Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) menjual euro untuk yen. Kemudian Trump mengaku akan akan mendukung yen karena dianggap baik untuk ekonomi dunia.

Trump juga menyebut, AS akan mendapat keuntungan finansial dari langkah tersebut tanpa menjelaskan bagaimana caranya. Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent, menegaskan tidak akan ragu untuk berpartisipasi dalam intervensi bersama lebih lanjut.

"Kami sangat mendukung langkah-langkah pasar dan moneter Jepang yang tegas untuk mengoreksi undervaluation yang signifikan terhadap yen," katanya.

AS Beli Yen

Dalam sebuah foto Reuters dari rapat kabinet Trump di Camp David, Jumat lalu, menunjukkan buku catatan Bessent yang memuat langkah pembelian yen senilai US$ 5 miliar hingga US$ 10 miliar.

Meski begitu, para analis mengaku kurang optimistis dengan intervensi terbaru ini AS atas yen Jepang. Para analis juga meragukan intervensi tersebut dapat mengubah arah pelemahan yen secara fundamental.

Kepala strategi valuta asing dan suku bunga Jepang Bank of America Securities, Shusuke Yamada, mengatakan intervensi valuta asing hanya mengulur waktu pelemahan yen. Sementara berdasarkan riset bank Inggris Barclays menilai dampak dari langkah ini diperkirakan lebih besar, mengingat sifat gabungan historis dari intervensi tersebut.

"Meskipun JPY menguat lebih lanjut dalam jangka pendek, kami tetap percaya bahwa tekanan penurunan jangka panjang masih tetap ada," demikian pernyataan tersebut.

Simak juga Video 'Trump Beri Peringatan Terakhir untuk Iran Sebelum 'Dipenggal'':

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads