Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 27 Jan 2019 16:54 WIB

Pria Asal Tasikmalaya Ini Sukses Bawa Cendol Naik Kelas

Wisma Putra - detikFinance
Foto: Danu Sofwan (Kemeja Hitam-kiri) Pengusaha Raja Cendol saat Mengisi Acara Islamic Nexgen Fest 2019 di Universitas Telkom University, Minggu. Wisma Putra Foto: Danu Sofwan (Kemeja Hitam-kiri) Pengusaha Raja Cendol saat Mengisi Acara Islamic Nexgen Fest 2019 di Universitas Telkom University, Minggu. Wisma Putra
Bandung - Siapa sangka bisnis cendol tidak menguntungkan? Di tangan Danu Sofwan pemilik usaha Raja Cendol yang merupakan pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat cendol yang merupakan minuman tradisional bisa naik kelas.

Dari kegigihannya itu, Danu kini sukses berbisnis cendol dan memiliki ratusan outlet di seluruh Indonesia. Menurut Danu, mengapa cendol yang ia pilih, karena cendol makanan tradisional yang tidak disukai oleh anak muda.

"Kenapa cendol? Karena enggak bisa dipungkiri pangsa pasar indonesia tergerus oleh produk luar negeri," kata Danu dalam acara Islamic Nexgen Fest 2019 di Universitas Telkom University, Minggu (27/1/2019).

Menurutnya, cendol makanan tradisional Indonesia yang tidak dilirik oleh milenial Indonesia. Berawal dari itu, dirinya ingin mengenalkan cendol di mata pencinta kuliner dunia. "Katanya kaya, kenapa anak muda Indonesia tidak jual makanan tradisional?" ujar Danu.


Berawal dari itu, Danu berpikir dan mencari informasi soal makanan tradisional Indonesia. Dirinya mendapatkan dua minuman terlezat di dunia dua di antaranya ada di Indonesia yaotu cendol dan es kelapa. Akhirnya, cendol yang pilih untuk bisnis awalnya.

"Akhirnya cari mnuman tradisional cendol di internet. Ternyata cendol masuk minuman terlezat di dunia, satu cendol, kedua kelapan," ungkapnya.

Ada cara khusus bagi Danu agar cendol bisa dicintai anak muda Indonesia. Berbagai cara ia lakukan agar cendol naik kelas menjadi makanan yang tidak kalah dengan makanan di luar negeri.

"Saya pikir lagi bagaimana cendol bisa dilirik. Saya buat modifikasi. Packing nya saya buat baru, tampilan menunya saya buat agar anak muda nya suka. Akhirnya singkat cerita kita pakai menu yang nyeleneh dan mudah diingat," jelasnya.

Nama menunya, unik-unik itu di antaranya Tramisu pake Cendol Beh Dong (Cendol Bolong), Original, Barbie Doll (Strawberry Cendol), Si Queen Doll (Isi Silver Queen Cendol), Si Bulat Oreo Cendol (Si Bondol), Isi Tobleron Cendol (Si Bondol), Isi Astor Cendol (Si Astor Cendol), Keju En Cendol (Kejandol), Alpukat Cendol (Apundol) dan masih banyak lagi.



"Nama menunya Cendol Bolong, Kece Parah dan Digondol Satpol. Pertama kali orang melihat prodak kita di sosial media mereka udah ketawa dulu (karena nama menu)," tambahnya.

Danu sudah merasakan pahit getirnya membangun usah cendol miliknya. Bisnisnya itu, dimulai dari 0 sejak dua tahun lalu pada tahun 2014.

"Saya bangun dari 0, ayah bangkrut sampai meninggal dunia dan tidak meninggalkan apa-apa, saya menjadi tulang punggung keluarga," ujarnya.

Ia menuturkan, banyak yang bilang modal bukan halangan untuk memulai usaha, menurutnya kapasitas yang ada divdiri kita, teman dan jaringan adalah modal utama.

"Dulu untuk satu outlet butuh uang Rp 5 juta, sedangkan saya hanya ada Rp 200 ribu. Pelan-pelan, saya jualan kaos kaki, gimana caranya supaya bisa Rp 5 juta. Akhirnya terkumpul buat DP dan lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, kini bisnisnya terus maju. Dari satu outlate yang ia dirikan kini ia memiliki 800 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. "Sekarang ada 800 outlet di Indonesia dan ada juga di Hong Kong. Insya Allah ke depannya akan bertambah" pungkasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed