Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 28 Jan 2019 15:50 WIB

Anjlok, Harga Cabai Rawit di Probolinggo Rp 8.000/Kg

M Rofiq - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Probolinggo - Harga cabai rawit dan besar di Kabupaten Probolinggo, terpantau anjlok di angka Rp 8.000/kilogram.

Ketua Petani Cabai Indonesia wilayah Kabupaten Probolinggo, H Abdul Basid mengatakan, turunnya harga cabai terjadi sejak awal Januari 2019.

Menurutnya harga cabai rawit di lingkup petani saat ini berada di angka Rp 8-9 ribu per kilogram. Sementara untuk cabai besar berada di angka Rp 7-8 ribu per kilogram.

Harga itu menurun sekitar 50 persen dibanding harga normalnya, yakni sebesar Rp 14 ribu per kilogram. Abdul Basid mengatakan, para petani mengeluhkan dengan turunnya harga cabai rawit dan besar itu.


Pasalnya jika dikalkulasikan dengan biaya perawatan, hasil panen yang diperoleh tidak seimbang. Di mana untuk 1 hektar lahan cabai saja, petani harus mengeluarkan biaya hingga Rp 50 juta.

Atas kondisi turunnya harga saat ini, Abdul Basid menyebut petani merugi.

"Harga saat ini turun mas, jangankan untuk balik modal, untung saja petani gak bisa dapat,"katanya, Senin (28/01/19).


Abdul Basid menjelaskan, turunnya harga cabai saat ini dipicu oleh melimpahnya stok cabai di pasaran. Dan untuk kualitas sendiri, rata-rata hasil panen cabai petani berkualitas baik.

Atas merosotnya harga cabai itu, Abdul Basid bersama anggotanya di KPCI (Komunitas Petani Cabai Indonesia) Kabupaten Probolinggo yang memiliki anggota sekitar 200 orang, akan melakukan aduan ke DPRD dan Pemkab setempat.

"Kita akan adukan ke DPRD dan Pemkab Probolinggo mas, jika harga cabai ini terus merosot. Ketika harga tinggi pemerintah berusaha menurunkan harga, berbeda saat harga anjlok saat ini sepertinya tidak ada langkah. Setidaknya ada upaya menstabilkan harga lah,"pungkasnya.

Sementara Rudi wijaya salah seorang pedagang cabai setempat. lantaran harga cabai turun, ia mengaku kesulitan dalam menjual hasil panen cabai dari petani. Akibatnya agar cabai tidak membusuk, ia pun menjual harga cabai secara murah.

"dijual murah sudah mas, lama tersimpan nantinya malah busuk dan gak bisa dijual. menipis untungya, tapi gak apa-apa dari pada merugi,"keluhnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com