Pemerintah Kaji Dua Metode Kenaikan Harga BBM

Pemerintah Kaji Dua Metode Kenaikan Harga BBM

- detikFinance
Selasa, 13 Sep 2005 12:40 WIB
Jakarta - Kenaikan BBM pada awal Oktober 2005 tinggal menunggu hari. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan kesiapannya untuk menyongsong kenaikan itu.Sedangkan pemerintah masih terus mengkaji metode harga yang akan diterapkan. Apakah langsung menggunakan fixed price atau adjustment price."Kita siap karena kenaikan BBM di bulan Oktober merupakan permintaan Presiden," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di sela-sela acara rapat internal ESDM di Ruang Bima Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta, Selasa (13/9/2005).Namun, menurut Purnomo, masih belum dipastikan apakah yang digunakan langsung fixed price atau adjustment price. "Karena skemanya masih dikerjakan dalam kabinet," kata Purnomo.Menurutnya, ada beberapa pertimbangan yang harus dilihat dalam skema kenaikan BBM, seperti masalah kelangkaan BBM.Munculnya kasus kelangkaan BBM, menurut Purnomo, karena dipicu oleh disparitas harga yang besar antara solar dan minyak tTanah. Adanya perbedaan harga antara BBM internasional dengan Indonesia telah mengakibatkan banyaknya penyelundupan. Apalagi minyak tanah terbukti dapat dioplos menjadi solar.Purnomo menjelaskan, idealnya perbedaan harga antara solar dan minyak tanah kurang lebih Rp 500 per liter. Namun kenyataannya harga minyak tanah sebesar Rp 700 per liter dan solar Rp 2.200 per liter atau ada perbedaan harga yang mencapai Rp 1.500 per liter. "Dengan jual beli 10 liter minyak tanah sudah dapat untung Rp 15.000 sehingga disparitas harga menjadi komoditas jual beli tambahan," ujarnya. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads