Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Feb 2019 13:38 WIB

Ingat! Motor Rusak Karena Dibanting, Asuransi Nggak Bisa Cair

- detikFinance
Foto: Dok. Istimewa Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Adi Saputra (20) mengamuk lantaran tidak terima ditilang polisi. Tidak hanya itu, pria asal Lampung Utara itu juga menghancurkan motornya.

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengingatkan, bahwa bila motor sudah dirusak sendiri seperti kasus Adi maka asuransi tidak bisa dicairkan.

Sebab, kerusakan itu bukan lah hal yang tak bisa dihindari.

"Yang paling penting kalau kerusakan sendiri nggak bisa asuransi kan. Itu kan bukan risiko yang tidak bisa dihindari sama dia, bukan kehilangan juga," kata Eko kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (7/2/2019).


Apalagi, kata Eko, proses klaim asuransi harus menggunakan surat keterangan dari pihak kepolisian. Karenanya, kasus seperti Adi yang membanting motor di depan polisi akan sulit mendapat surat keterangan.

"Itu kalau ketahuan dia merusak ya. Karena kalau mau asuransikan dia harus minta surat dari polisi ya. Nah di depan polisi (motor) dirusak begitu nggak bisa dapat surat dari polisi mestinya," jelas Eko.

Lebih dari itu Eko menyarankan, bila biaya perbaikan motornya hampir mendekati 80% dari harga kendaraan saat itu maka lebih baik untuk membeli motor baru. Apalagi, harga kendaraan terus mengalami penurunan.

"Kalau angka perbaikannya katakan 80%-nya mendekati harga motor, ya mendingan beli baru ya. Karena kan nilai barang dia, kendaraan kan makin lama makin turun," ujarnya




Saksikan juga video 'Heboh Video Perusakan Motor di BSD karena Ditilang Polisi':

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed