Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 14:32 WIB

Tuding Mendag Biang Keladi Impor, Faisal Basri: Pecat dari Sekarang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Faisal Basri. Foto: Grandyos Zafna Faisal Basri. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Impor pangan mulai dari beras, gula hingga garam diyakini menjadi salah satu biang kerok neraca dagang Indonesia yang negatif. Hal ini tentu menyumbat lajunya ekonomi Indonesia.

Pengamat ekonomi Faisal Basri menjelaskan masalah tersebut terjadi karena pejabat pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan yang salah urus. Menurut Faisal, aksi impor yang dilakukan lebih banyak menguntungkan Menteri Perdagangan.

"Mudah-mudahan Enggar nanti tidak dipilih lagi, atau dipecat dari sekarang. Dia buka impor gula, impor beras dan impor garam dapat triliunan dari tiga komoditi itu, lezat," kata Faisal dalam acara Mandiri Investasi di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (13/2/2019).


Enggar sebagai menteri perdagangan dinilai memuluskan impor dengan membuat Peraturan Menteri untuk kuota impor yang tinggi. Keran impor yang dibuka terlalu lebar memiliki rente atau keuntungan yang besar.

"Saya katakan tadi, baja impor saja naik dari US$ 7 miliar jadi US$ 10 miliar. Karena tidak diperlukan lagi rekomendasi dari Kementerian Perindustrian untuk impor baja, kemudian tidak perlu lagi rekomendasi Kemenperin untuk impor ban, ban sepenuhnya impor," kata mantan kontestan Pilgub DKI ini.

Menurut Faisal saat ini di era reformasi praktik rente dari pejabat belum berkurang dan ternyata ongkos politik justru semakin mahal.

"Saya sampaikan di forum-forum terbuka, pecat Enggar, itu selesai karena dia jadi bagian masalah impor. Rentenya luar biasa besar. Gula harganya Rp 12.500 biaya impor Rp 4.000, ditambah ongkos jadilah Rp 7.000 sisanya banyak itu, besar bisa triliunan," ujarnya.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed