Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 15:36 WIB

Kritik Jokowi, Said Didu: Kilang Dibikin Rusia, Kereta Cepat ke China

Hendra Kusuma - detikFinance
Said Didu/Foto: Ari Saputra Said Didu/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, mengkritik program pembangunan kilang minyak, kereta cepat, dan tol laut. Soal kilang, Said yang pernah menjadi staf khusus Menteri ESDM saat dijabat Sudirman Said, mengkritik penghentian negosiasi di tengah jalan karena pergantian investor.

Said bercerita di tengah pertemuan dengan Arab Saudi, perundingan dihentikan karena dialihkan ke Rusia.

"Sementara berunding Sudirman Said di Timur Tengah, Presiden ke Rusia dan ditelepon minta dihentikan perundingan dengan Aramco karena mau dipindahkan ke Rusia," ujar Said dalam diskusi bertajuk Menuju Debat 2, Siapa Makin Kinclong?, di Resto Ajag Ijig, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).


Selain itu, keputusan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung juga disoroti. Keputusan yang cenderung tiba-tiba menjadi sorotan Said yaitu proyek yang digagas Jepang pada akhirnya digarap China.

"Kereta cepat sudah studi dipindahkan ke China ad hoc instan dan semua menghadapi masalah," ujar Said.


Program Tol Laut yang digadang-gadang pada kampanye Presiden Joko Widodo juga tak begitu lagi terdengar, bahkan yang lebih banyak diresmikan adalah jalan tol.

"Bagaimana terhipnotis akan terjadi tol laut drone segala tau-tau belok hilang tanpa bekas dan diresmikan tol darat," kata Said. (hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed