Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Feb 2019 10:44 WIB

Peternak Minta Jagung Impor Disimpan Saat Panen Raya

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi jagung impor. Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom Ilustrasi jagung impor. Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Jakarta - Waktu masuknya impor jagung akan bersamaan dengan panen raya. Alhasil peternak ayam meminta agar jagung impor untuk pakan itu bisa disimpan sebagai cadangan.

Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Leopold Halim saat ini panen jagung sudah mulai berlangsung di beberapa lokasi. Ia memperkirakan panen akan berlangsung hingga akhir April nanti.

"Sudah mulai panen sedikit-sedikit ini. Jadi panen raya itu April dan kemungkinan akhir April sudah mulai sedikit," jelas pria yang akrab disapa Atung ini kepada detikFinance, Kamis (14/2/2019).

Lebih lanjut, ia menyarankan agar pemerintah bisa jagung yang diimpor sebagai cadangan. Langkah itu agar tidak menyinggung sekaligus merugikan petani jagung lokal.


Dengan begitu, kesediaan jagung di bulan-bulan mendatang atau saat belum musim panen bisa aman.

"Kita sebagai peternak pasti menyerap (jagung) lokal, apapun. Tapi lihat situasi, sebaiknya pemerintah tahan (jagung impor), nggak jual dulu. Jadi disimpan untuk buffer stock pas bulan Juli-Agustus kosong," ungkap dia.

Sebagai informasi, saat ini Perum Bulog sedang mengimpor jagung sebanyak 30 ribu ton dan 150 ribu ton yang ditargetkan masuk pada Februari dan Maret ini.



Tonton juga video 'Mentan Targetkan 500 Ribu Ton Jagung Diekspor Tahun 2019':

[Gambas:Video 20detik]


Peternak Minta Jagung Impor Disimpan Saat Panen Raya
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed