Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Feb 2019 23:41 WIB

Impor Pangan Diprediksi Jadi Debat Panas Jokowi vs Prabowo

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Edi Wahyono Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Calon pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mengikuti debat putaran II. Pengamat ekonomi pun menilai permasalahan akan menjadi isu yang besar.

Menurut Direktur Eksekutif Center Of Refrom On Economics (Core), Mohammad Faisal saat ini kondisi pangan di Indonesia masih berkaitan dengan masalah, mulai dari impor hingga distribusi pencadangan pangan.

"Paling besar permasalahan pangan ini sering kali yang mendominasi itu impor. Bukan hanya impor, tapi dari sisi produksi suplai. Nah yang kurang itu sebetulnya menyentuh ke permasalahan yang krusial, yaitu di distribusi pencadangan dan tata kelola cadangan pangan peran Bulog dan sebagainya," kata dia usai diskusi media di Hong Dong Cafe, Thamrin, Jakarta, Jumat (15/2/2019).


Lebih lanjut, ia mengungkapkan akibat adanya masalah distribusi membuat pemerintah menekan harga di tingkat petani. Padahal, itu tidak menyelesaikan masalah karena yang mesti diperbaiki adalah distribusi.

"Sering kali ketika ingin mendorong harga pangan yang terjangkau yang dilakukan adalah menekan harga ditingkat petani. Ini tidak menyelesaikan permasalahan terjadi di distribusi padahal harga ditingkat petani ditekan," ungkap dia.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan lain, yaitu terkait data pangan yang tidak konsisten antara lembaga yang satu dengan yang lain. Alhasil, hal itu mempengaruhi kebijakan yang akhirnya diambil tidak tepat, misalnya impor.

"Pada saat bulan ini harus segera impor menjadi telat menjadi permasalahan. Lagi karena kalau dia terlambat mengimpor misalkan cadangan dalam negeri menjadi sangat tipis harga menjadi melambung," terangnya.


Maka dari itu, ia pun mengingatkan pemerintah agar tidak melakukan impor di waktu yang bersamaan. Hal tersebut dengan melakukan pembenaran data pangan.

"Kesalahan data itu tadi itu bisa menjadi kelebihan over suplai atau kelebihan cadangan di Bulog seperti terjadi sekarang. Bahkan sampai ada isu akan ada ekspor lagi itu karena kesalahan manajemen pangan tata kelolanya," jelasnya.

"Semoga persoalan-persoalan terkait kebijakan impor tersebut juga mampu dibahas lebih ke how to atau bagaimana mencari cara-cara menyelesaikan tersebut," tutup dia.

Sebagai informasi, debat Capres dan Cawapres putaran ke-II akan berlangsung pada 17 Februari 2019 mendatang. Dalam debat, tema yang dibahas terkait pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com