Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 17 Feb 2019 22:22 WIB

Cek Fakta Debat Capres 2019

Data Impor Beras Selama Jokowi Jadi Presiden yang Diserang Prabowo

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Jakarta - Calon Presiden Nomor Urut 02 menyinggung soal janji Jokowi yang tidak akan impor pangan saat memenangkan Pemilu 2014. Namun, katanya, saat menjabat justru pemerintah terus melakukan Impor.

Menurut data yang dimiliki detikFinance, pada 2015 Indonesia impor beras sebanyak 861.601 ton. Lalu di 2016 Indonesia tercatat impor beras meningkat sebanyak 1.283.178 ton.

Di 2017 total impor beras turun menjadi 305,27 ribu ton. Namun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pemerintah Indonesia telah melakukan impor beras sebanyak 2,25 juta ton dengan nilai US$ 1,03 miliar disepanjang tahun 2018.


Berdasarkan data BPS yang dikutip, Jakarta, Rabu (16/1/2019). Impor beras dilakukan secara bertahap dengan mendatangkan pada setiap bulannya selama 12 bulan.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang pernah menargetkan swasembada beras, jagung, kedelai, dan gula dalam 3 tahun ke depan. Tugas ini dibebankan kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman, bila dalam 3 tahun tak tercapai maka Jokowi siap mencopotnya.

Jokowi telah memberikan target kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman selain swasembada, juga harus membangun irigasi jutaan hektar dengan anggaran Rp 15 triliun pada tahun depan. Perbaikan irigasi akan difokuskan di 11 provinsi penghasil pangan.

"Sudah hitung-hitungan, 3 tahun nggak swasembada, saya ganti menterinya. Yang dari fakultas pertanian bisa antre. Tapi saya yakin bisa, hitung-hitungannya ada. Jelas sekali. Konsentrasi 11 provinsi, rampung, sudah ada perhitungan," kata Jokowi dalam acara kuliah umum di Balai Senat Balairung UGM, Yogyakarta, Selasa (9/12/2014) silam.


Sebelumnya, pertanyaan Prabowo itu disampaikan dalam Debat Capres Kedua. Dia mempertanyakan tentang janji Jokowi saat menjabat Presiden periode pertama soal tidak akan impor pangan.

"Ternyata dalam 4 tahun bapak memimpin bapak banyak sekali mengimpor komoditas itu ada datanya semua. Ini terus terang saja yang kami dengar sangat memukul kehidupan petani kita, petani tebu panen tetapi gula dari luar masuk dalam jumlah yang sangat besar jutaan ton, dan juga komoditas lain padahal bapak banggakan produksi naik," tuturnya.


Tonton video: Saat Jokowi dan Prabowo Sepakat Menyudahi Debat Lubang Tambang

[Gambas:Video 20detik]

(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com