Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 17 Feb 2019 22:35 WIB

Prabowo Cemas Duit RI Lari Dibawa Unicorn

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengaku khawatir, perkembangan unicorn akan membuat uang-uang Indonesia kabur ke luar negeri. Unicorn sendiri merupakan startup dengan valuasi US$ 1 miliar.

Prabowo menerangkan, teknologi dan internet berkembang dengan pesat. Dirinya pun mendukung perkembangan teknologi.

Tapi yang Prabowo khawatirkan saat ini ialah banyaknya kekayaan yang hanya dikuasai segilintir orang.

"Tetapi hal-hal mendasar, Pak Jokowi, saya lihat, hal-hal mendasar dalam perekonomian Indonesia adalah bahwa terjadi suatu disparitas, suatu segelintir orang, kurang dari 1% menguasai lebih dari setengah kekayaan kita," ujarnya dalam Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/2/2019).



Dia pun mengaku khawatir, unicorn ini justru mempercepat uang Indonesia ke luar negeri.

"Jadi kalau ada unicorn-unicorn, ada teknologi hebat, saya khawatir ini akan mempercepat nilai tambah dan uang-uang kita lari ke luar negeri, ini saya khawatir. Ya silakan Anda ketawa, tapi ini masalah bangsa. Kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia," paparnya.

Banyaknya uang yang lari ke luar negeri, kata Prabowo, dibenarkan oleh menteri Jokowi. Bahkan, uang itu tembus Rp 11.000 triliun.

"Menteri bapak sendiri mengatakan, ada Rp 11.400 triliun uang Indonesia di luar negeri. Diseluruh bank di Indonesia uangnya hanya Rp 5.465 triliun. Berarti lebih banyak uang kita di luar daripada di Indonesia," terangnya.

"Nah kalau kita tidak hati-hati, dengan antusiasme untuk internet, e-commerce, e-ini, e-itu, saya khawatir itu juga bisa mempercepat arus larinya uang ke luar negeri," tutupnya.



Video: Adu Greget Jokowi dan Prabowo Soal Startup Unicorn

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed