Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Feb 2019 14:19 WIB

Soal Polemik Jalan Dana Desa Simsalabim, Ini Penjelasan Lengkap Mendes

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Kemendes PDTT Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mempertanyakan klaim Joko Widodo (Jokowi) soal pembangunan jalan desa sepanjang 191 ribu km. Dia mempertanyakan kapan pembangunan jalan sepanjang itu dilakukan.

"Jokowi klaim membangun jalan desa 191.000 km. Ini sama dengan 4,8 kali keliling bumi atau 15 kali diameter bumi. Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa? Ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi," cuit Dahnil dalam akun Twitternya @dahnilanzar.


Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo menjelaskan jalan yang dibangun dari dana desa sepanjang 191.000 km itu dilakukan dalam empat tahun terakhir. Jalan desa tersebut dia bilang tersebar di hampir 75.000 desa yang ada di Indonesia.

"191 ribu Km jalan untuk 74.957 desa dalam 4 tahun itu sebenarnya tidak besar, karena berarti rata-rata dalam 4 tahun desa membangun jalan 2,5 km saja," katanya kepada detikFinance saat dihubungi, Selasa (19/2/2019).

Dia bilang rincian jalan yang terbangun di setiap desa terlalu panjang untuk dijabarkan. Namun capaian tersebut Eko bilang tak pernah terjadi dalam sejarah Republik Indonesia. Dia memastikan setiap desa yang ada di Indonesia saat ini pasti ada jalan yang dibangun menggunakan dana desa.

"74.957 desa semuanya bangun jalan. Bapak random ke desa saja, pasti ada jalan desanya yang dibangun oleh dana desa," katanya.


Capaian pembangunan jalan desa ini juga disebut mendapatkan apresiasi dari lembaga internasional.

"Minggu lalu saya mendapat kehormatan menjadi Keynote speaker pada 42th IFAD Governing Council di kantor pusat FAO di Roma, Italia untuk sharing Dana desa dan business model Pembangunan desa di Indonesia di depan delegasi dari 123 negara," katanya.

"Yang membuat banyak pihak termasuk lembaga-lembaga dunia mengapresiasi adalah karena Indonesia mampu melakukan pembangunan model dana desa serentak di 74.957 desa secara bersamaan, serta dilakukan dan ditentukan oleh masyarakat desa," tambahnya.
Adapun dalam kurun waktu 2015-2018, dana desa yang telah dikucurkan mencapai Rp 187 triliun. Sementara khusus untuk 2018, dana tersebut ditambah Rp 70 triliun.

Dengan demikian, total dana desa yang dialokasikan selama empat tahun adalah Rp 257 triliun. Capaian lainnya dari dana desa selain jalan adalah pembangunan jembatan 1.140,37 meter, 8.983 unit pasar desa, 5.731 unit tambatan perahu, 4.175 unit embung, 58.931 unit irigasi, 959.569 unit air bersih, 50.854 kegiatan PAUD, 24.820 unit posyandu dan lainnya. (eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com