Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Feb 2019 13:45 WIB

Kementan Jamin Panen Jagung bakal Diserap Peternak

Arief Syaefudin - detikFinance
Foto: Arif Syaefudin/detikcom Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Blora - Kementerian Pertanian (Kementan) akan memfasilitasi penyaluran jagung hasil panen agar bisa terserap para peternak. Program ini akan melibatkan Perum Bulog.

Rencana itu disampaikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita, saat melakukan kunjungan di lokasi hutan Perhutani RPH Kalisari Jati Gong Desa Jatiklampok Kecamatan Banjarejo, Blora, Selasa (19/2/19).

Dalam kesempatan itu, Ketut juga mempertemukan langsung peternak ayam mandiri dari Solo dengan petani jagung di Blora. Harapannya agar terwujud kepastian pasar kepada petani dan peternak yang diwujudkan dalam kesepakatan kerjasama penyerapan jagung antar kedua belah pihak.


"Petani yang harus kita bina di sini ada dua, yaitu petani jagung dan peternak ayam, sedangkan kami pemerintah ini di tengah-tengah mereka yang harus mengayomi keduanya. Kesepakatan pembelian jagung petani oleh peternak, dengan Bulog berada di tengahnya, mengatur penyerapan jagung dan pasokan dari Blora ke Solo," ujar Ketut.

Ketut menjelaskan, pihak Kementan akan mengawal dan menjembatani kerjasama pemanfaatan jagung hasil panen raya petani oleh peternak ayam, melalui peran Bulog di tengahnya. Menurutnya, ketersediaan jagung sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha peternakan, sehingga harus terpantau ketersediaannya.


Berdasarkan data prognosa jagung tahun 2018 dari Badan Ketahanan Pangan total penggunaan jagung di Indonesia sebesar 15,58 juta ton dan sekitar 66,1 persen atau 10,3 juta ton untuk memenuhi kebutuhan industri pakan dan peternak ayam petelur (layer) mandiri.

"Hal ini dapat menjadi pendorong bagi berkembangnya agribisnis jagung di Indonesia dalam rangka peningkatan produksi dan kesejahteraan petani sekaligus sebagai motor penggerak pembangunan di pedesaan," paparnya.


Lebih lanjut Ketut menjelaskan dasar aturan yang digunakan sebagai pedoman harga jagung adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 96 Tahun 2018 Tentang Harga Acuan Pembelian Di Tingkat Petani Dan Harga Acuan Penjualan Di Tingkat Konsumen. Dalam Permendag ini harga pembelian jagung di tingkat petani dengan kadar air 15% sebesar Rp 3.150 per kilogram dan harga acuan penjualan di industri pengguna sebagai pakan ternak Rp 4.000 per kilogram. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed