Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 23 Feb 2019 14:08 WIB

Prabowo Mau Pangkas Harga Telur, Peternak: Turunkan Dulu Harga Pakan

Erliana Riady - detikFinance
Foto: Erliana Riady/detikcom Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar - Janji Capres Prabowo Subianto menurunkan harga telur dikomentari santai peternak Blitar. Menurut mereka, harga telur itu yang menentukan pasar. Kalaupun pemimpin hasil Pemilu 2019 mau menurunkan harganya, maka syarat utamanya harus bisa menurunkan harga pakan.

Informasi yang dihimpun detikcom, saat ini harga telur di tingkat mencapai Rp 17.800 per kg. Sedangkan harga ditingkat konsumen mencapai Rp 23.000 per kg. Sementara harga jagung sebagai bahan pakan utama masih di kisaran peternak Rp 4000 per kg.

Walaupun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung menguat, namun sampai saat ini pabrik pakan belum mau menurunkan harga pakan impor. Alasannya, stok yang tersedia masih mengacu harga saat dolar AS masih menyentuh Rp 15.000.


"Gampang menurunkan harga telur itu. Asal bisa menurunkan harga pakan itu saja, mudah kan," kata Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar Sukarman dikonfirmasi detikcom, Sabtu (23/2/2019).

Menurut Sukarman, dengan estimasi harga jagung Rp 4.000 per kg, seharusnya harga telur ditingkat peternak sebesar Rp 18.000 per kg. Dengan harga itu, peternak bisa menutup biaya operasional.

Saat ini stok jagung melimpah. Selain musim panen raya, quota import jagung semua diserap oleh peternak. Hingga harga di tingkat petani hanya Rp 3.150 per kg. Dan sampai dipeternak sekitar Rp 4.000 per kg. Sementara, bulan Maret mendatang pemerintah berencana mengimpor lagi jagung untuk pakan.


"Saya dapat info kalau Gabungan Pabrik Makanan Ternak (GPMT) tidak menyerap panen jagung petani. Mereka minta pemerintah import jagung lagi. Nah kalau stok panen jagung masih banyak, kemungkinan harga jagung akan turun lagi. Paling tidak Rp 3500 sampai ke peternak," papar Sukarman.

Keseimbangan harga

Informasi yang diterima Sukarman, pada awal Maret akan datang jagung import sebanyak 30.000 ton. Kemudian akhir Maret, pemerintah akan mengimport jagung lagi sebanyak 120.000 ton.

Jika stok jagung melimpah, otomatis harga turun. Disatu sisi peternak diuntungkan. Namun disisi lain, petani jagung pasti menjerit menderita kerugian.


Peternak Selopuro Hermanto juga berpendapat sama. Harga mau mahal mau murah, yang terpenting keseimbangan. Mau murahpun kalau tidak seimbang, disisi lain pasti ada yg menjerit.

"Contoh komoditas petani yang dipakai peternak pasti akan terkena dampaknya.
Pendapat saya, kalau yang ngomong capres yang kemungkinan jadinya cuma 20% , gak usah dipikirinlah," pungkasnya sambil tertawa.


Sebelumnya Prabowo mengungkapkan janjinya itu di hadapan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta'lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API). Jika terpilih nanti ia akan menurunkan harga telur dalam program 100 hari kerja.

"Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. Insyaallah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunin dalam 100 hari pertama. Harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan," tegas Prabowo di Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Bogor, Jumat (8/2/2019).


Saksikan juga video 'Cara Turunkan Harga Telur ala Kubu Prabowo: Menang Dulu, Baru Cerita':

[Gambas:Video 20detik]

Prabowo Mau Pangkas Harga Telur, Peternak: Turunkan Dulu Harga Pakan
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com