Menhub Mau Genjot Penggunaan Karet, untuk Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 25 Feb 2019 17:24 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ingin komoditas karet lebih banyak digunakan. Pembangunan pabrik pengolahan karet juga terus didorong untuk bisa memenuhi di sektor perhubungan.

Hal tersebut diungkapkannya usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan Menteri Koordinator membahas kebijakan peningkatan penyerapan karet.

"Jadi produk yang hubungan dengan karet diinisiasi untuk buat pabrik di Indonesia. Contoh besarnya adalah membuat pabrik vulkanisir di Indonesia," ungkap Budi, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (25/2/2019).

Dengan begitu menurutnya impor barang-barang dari luar negeri pun dapat dikurangi. Budi menilai industri dalam negeri memang sudah siap.

"Ya itu justru yang selama ini impor, bisa dilakukan di dalam negeri. Jadi punya karya sendiri diproduksi di pabrik-pabrik di sini, dan diberikan ke masyarakat," ungkap Budi.

Menurut Budi pihaknya sudah menyampaikan proyek infrastruktur yang akan menggunakan komoditas karet. "Sekarang sudah saya daftarkan sudah ada di Dirjen," tambahnya.


Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan bahwa Kemenhub akan mendorong produsen dari dunia industri untuk menyediakan keperluan perhubungan dengan bahan dasar karet.

"Saya sudah sampaikan ke Menko Perekonomian, nanti mereka koordinasi dengan Kemenperin untuk mendorong pelaku usaha yang bisa produksi ini. Sampai sekarang yang nggak dari karet, udah ada, kalau karet kan lebih lentur," ungkap Budi.

Budi juga menjelaskan barang-barang yang sudah diproyeksikan Kemenhub untuk menggunakan karet sebagai bahan dasarnya. Mulai dari roller barrier alias pagar di tikungan, hingga speed hunt yang bisa melambatkan laju kendaraan macam polisi tidur.

"Nanti ada roller barrier, pas di tikungan ada besi, sekarang pakai ini. Kalau pake bahan karet bisa mantul, alat ini sudah dipasang di Sukabumi," jelas Budi.

"Ada juga speed hunt (pemantau kecepatan) seperti polisi tidur. Water barrier akan diganti juga menggunakan karet," tambahnya.

(fdl/fdl)