Asumsi Harga Minyak RAPBN 2006 Naik Jadi US$ 50-55/Barel

Asumsi Harga Minyak RAPBN 2006 Naik Jadi US$ 50-55/Barel

- detikFinance
Senin, 19 Sep 2005 16:57 WIB
Jakarta - Setelah hujan kritik karena dinilai tidak realistis, pemerintah akhirnya merevisi asumsi makro baru RAPBN 2006. Yang paling mencolok adalah asumsi harga minyak mentah menjadi US$ 50-55 per barel, dari semula US$ 45 per barel.Asumsi makro RAPBN 2006 baru itu disampaikan Menteri Keuangan Jusuf Anwar dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2005)Dalam asumsi RAPBN 2006 yang diajukan pemerintah sebelumnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, nilai tukar Rp 9.400 per dolar AS, inflasi 7 persen, SBI tiga bulan 8 persen.Sedangkan dalam asumsi baru yang diajukan, pertumbuhan ekonomi 6-6,2 persen, nilai tukar Rp 9.500-10.000 per dolar AS, inflasi 7-8 persen, SBI tiga bulan 8,25-10 persen. Sementara produksi minyak tidak diubah tetap 1,075 juta barel.Target pendapatan dan hibah juga mengalami perubahan. "Perubahan ini tentunya dipengaruhi oleh beberapa asumsi makro yang digunakan dan langkah-langkah administratif yang akan diambil pemerintah," ujar Jusuf.Target penerimaan negara dan hibah total Rp 539,4 triliun (18 persen dari PDB) yang terdiri dari penerimaan pajak Rp 402,1 triliun (13,4 persen dari PDB), penerimaan negara bukan pajak Rp 132,6 triliun (4,4 persen dari PDB), dan hibah Rp 4,7 triliun (0,2 persen dari PDB).Dengan adanya penerimaan perpajakan sebesar itu, maka tax ratio dalam RAPBN 2006 mengalami kenaikan dari 13,2 persen menjadi 13,4 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads